22 Tahun Arema

Waktu berjalan tak terasa lebih beberapa minggu meninggalkan berbagai catatan dan cerita. Ayas tidak bisa begitu saja melupakan satu tanggal di tiap tahun. Suatu tanggal dimana punya arti dan makna bagi setiap Aremania terhadap tim pujaannya PS Arema.

Terlahir di Ngalam pada 11 Agustus 1987 dengan nama yang mengambil dari legenda seorang patih bernama Patih Kebo Arema yang diperintah raja terbesar Kerajaan Singosari kala itu adalah Raja Kertanegara seperti yang tertulis dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Kitab Negarakretagama atau sebuah identitas sebuah komunitas asal Ngalam yang muncul akhir 1980 yaitu Arema akronim dari Arek Malang.

Berangkat dengan semangat sebagai identitas kemandirian sebuah membangun eksistensi dan reputasi tak terasa melewati 22 tahun penuh berbagai cobaan dan halangan.jalan yang tak mudah untuk tetap tegar menghadapi roda kenyataan,putaran cobaan dan terpaan gelombang.dari sulitnya tekanan ekonomi, ekspatasi, maupun pencapaian prestasi. namun tak menghalangi rasa cinta dan kebanggaan Aremania terhadap Arema.

Adalah sebuah kesederhaaan yang tak mengurangi dari makna untuk mengenang dan ikut merayakan satu hari ditiap tahun bila ayas dan nawak nawak sebagai Aremania yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Arema.

Bertempat di depan pintu satu Stadion Gelora Utama Bung Karno dimana tempat bernilai sejarah masuknya para pemain tim Arema yang pernah berjuang meraih salah satu gelar juara Copa Indonesia yang pertama kali di tahun 2005.disamping ayas dan nawak nawak untuk melepas kangen untuk bertemu dengan sesama Aremania karena rutinitas kerja di Batavia yang memisahkan waktu bersama juga untuk mensyukuri bahwa pada saat ini sebuah tim yang berlambang singoedan masih eksis atau masih mengaum di rimbabelantara sepakbola Indonesia.

Dari membaca kilas balik sejarah tim Arema, memanjatkan doa, memotong kue tart bergambar singa dan menikmati hidangan tumpeng tak mengurangi makna acara itu sendiri yang sebagai rasa gembira dan syukur ayas dan nawak nawak jika minggu minggu sebelum dilanda ketidak pastian akan eksitensi dan keberadaan tim singoedan di musim berikutnya.

Ziarah di Makam Ebes

Patut di syukuri adalah pusara Sang Jendral Alm. Acub Zaenal (orang yang pertama kali menelorkan pemikiran melahirkan tim Singoedan) bertempat di Taman Makam Kalibata sehingga sebagian nawak nawak berkesempatan berdoa dan menaburkan bunga.meski untuk menempuhnya kebetulan beroda dua serta di bumbui salah jalur bahkan tersesat yang pada akhirnya niat dan berbagai prosedur dapat tercapai pelaksanaannya.

Dilanjutkan nawak nawak menyambung tali silaturahmi antar Aremania yaitu dengan berkunjung ke rumah sam Saiful (Oges Arema) di Mulyosari Ngalam.karena dia dengan segala keterbatasannya tak mengurungkan niatnya untuk bersama Aremania Sejabotabek dan Ngundab mendukung Arema di Stadion Jalak Harupat menghadapi tuan rumah Pelita (24 mei 2009)

Fanatisme Aremania

Ayas dan nawak nawak sebenarnya masih belajar sebagai Aremania sejati.yang berangkat dari sepenggal sejarah maupun segudang kisah selama kurun waktu yang tidak mudah untuk tetap bertahan mengarungi samudera kompetisi sepakbola di Indonesia yang rawan terhadap kepentingan kepentingan di luar arti sepakbola sendiri.

Ayas dan nawak nawak masih belajar terhadap arti loyalitas sejati yang pernah di tunjukkan nawak nawak selama kurun waktu berputar yang banyak mengorbankan jiwa raga dan nyawa tapi tidak sedikitpun berkurang rasa cinta dan bangga terhadap produk yang lahir di Ngalam.

Ayas dan nawak nawak berusaha belajar menghargai para pendiri Arema menghadapi beratnya tantangan yang harus di hadapi dalam kurun waktu tersebut dari mulai kesulitan ekonomi bahkan pengelola silih berganti tapi tak sejengkal jarak berapapun kandang singoedan beranjak untuk pindah langkah.

Kalaulah ayas dan nawak nawak memperingati 22 tahunnya Arema hanya sekedar meniup lilin dan berdoa yang tidak seberapa berarti namun bertujuan bahwa Aremania dimana saja selalu ada dan senantiasa untuk Arema.

Menjadi juara merengkuh piala di segala turnamen dan kompetisi adalah impian setiap tim peserta turnamen dan kompetisi.begitu juga dengan pendukungnya yang tanpa ragu tanpa rasa takut selalu mendukung dan mendukung.

ditulis oleh Purwantoro dariĀ Ongisnade

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

You may also like...

Leave a Reply