Kado Istimewa

Ditulis oleh Purwantoro. dari tribun Aremania

“Gooooooooooooooool…!!” Suara lebih dari empat puluh lima ribuan Aremania menghentakkan kisi-kisi Stadion Kanjuruhan menggema seakan meledak bak meriam-meriam di medan perang mengguncang dan memporak porandakan penantian selama 53 menit dari 90 menit waktu normal pertandingan.
Aremania

Sebuah gol dari pemain Arema bernomer 5 yaitu Muhammad Fakhrudin mampu melepaskan rasa gemas rasa geram dan penasaran yang menyesakkan rongga rongga di dada.

Lepas sudah bebas sudah bercampur baur dalam teriakan semangat dan sorak panjang yang turut membebani kepenasaran ayas .Sejurus terasa kegembiraan meluap dengan spontanitas langsung berdiri untuk mengepalkan tangan meninju udara tanpa menghiraukan nawak nawak Aremania yang posisinya duduk dibelakang ayas.

Suasana tersebut mungkin atau pastinya sama dirasakan dengan nawak-nawak Aremania (dapat senantiasa terkoneksi dengan telpon sms dan update data melalui facebook) yang karena suatu hal dan keadaan tidak dapat langsung hadir di Kanjuruhan seperti yang di dalam maupun diluar Ngalam dan kota-kota lainnya di penjuruh dunia .

Menilik ini laga perdana Indonesia Super League di musim 2009/2010 dan menjadi partai bigmatch sehingga sehari sebelum Minggu sore 11 Oktober 2009 itu. Ayas sempat kuatir dan was-was tidak dapat menjadi saksi dari kemenangan Arema atas Persija karena betapa sulitnya mencari kepastian mendapat tiket masuk kelas ekonomi yang cuma sebanyak 21 lembar.

AremaniaPadahal dari hari Jumat ayas sudah tiba di Ngalam lebih awal untuk hal tersebut. Akhirnya Sabtu malam kepastian tiket dapat ayas peroleh dari nawak-nawak Aremania Lawang. Saling kontak untuk saling koordinasi ayas dengan nawak nawak Aremania Senayan yang menyempatkan hadir dari Atrakaj dan memastikan jumlah,waktu maupun tempat berkumpul paling representative bagi bersama.

Dan sesuai kesepakatan pukul 13.00 WIB bertempat di depan pintu 4 (empat ) atau tepatnya pintu masuk tribun utara ayas beserta nawak-nawak bertemu dan berkumpul .Selanjutnya kita memasuki dan menempati sisi kanan dari tangga masuk dengan alasan kenyamanan dan keamanan.

Ayas dan nawak-nawak datang dengan keluarga masing masing dan di stadion ini pula jalinan silaturahmi besar yang telah lama terpisah dengan nawak-nawak sawal tersambung lagi karena tanpa sengaja diantara kita di pertemukan baik itu sebagai nawak halokes atau nawak dari satu kampung.

Terik mentari menyengat tidak menyurutkan arus masuk Aremania untuk mengisi ruang ruang kosong.Bahkan semakin terasa sesak untuk bergerak meski pertandingan di mulai 2 jam lagi. Tak urung makanan dan minuman yang dijual para pedagang asongan menuai hasil laris manis untuk di santap. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui (sekalian mendukung Arema juga sekalian wisata kuliner untuk melepas rasa rindu cita rasa makanan Ngalam juga setidaknya turut membangkitkan perekonomian Aremania meski dalam skala kecil)

Memasuki pukul 14.26 WIB insiden kecil mulai memercik dan menjalar saat di pintu 4 tribun utara setelah di tutup dan saat bersamaan masih banyak sebagian para Aremania yang tidak dapat masuk meski telah memegang tiket.

Gedoran dan dorongan ratusan para Aremania membuat pihak keamanan (terdiri satu polisi satu tentara dan tiga security) tak mampu menghalau. Akhirnya pintu jebol dan sebagian Aremania yang tidak berkarcis dapat masuk secara gratis. Itu yang memicu nawak-nawak untuk menghalau mereka agar tidak duduk di tribun dengan melempari minuman atau makanan kepada mereka (oknum Aremania Gratisan ) dengan harapan agar langsung lurus menuju sisi belakang gawang utara.

Ayas sendiri harus melindungi keluarga dari salah sasaran lemparan nawak nawak yang duduk di bangku lebih atas (kebetulan terpancing emosi atas keadaan dan kondisi yang tidak dapat di toleransi ).

Aremania

Syukur meski panas dan tensi tinggi keadaan dapat terkendali dengan sendirinya meski ada ketegangan kecil di antara para Aremania dan sumpah serapahpun juga di lontarkan kepada aparat keamanan yang hanya konsentrasi dan menjadi penonton gratisan di pinggir lapangan sedangkan di tribun hampir tidak ada yang mengkoordinasi.Tapi secara garis besar tribun utara adalah tribun ekonomi yang aman daripada tribun selatan baik untuk Aremania, Aremanita maupun Aremania Licek.

Pukul 15.04 WIB ada dua orang Aremania dengan didukung semangat dari dirinya sendiri maupun spirit dari nawak lainnya memanjat tiang lampu sebelah utara sisi pojok timur hanya untuk memasang bendera merah putih berukuran panjang 3 meter lebar 2 meter. Ini adalah atraksi tambahan yang menghibur namun juga mengandung resiko keselamatan jiwa raga.

Tepat 15.30 WIB lagu “Padamu Negeri” disuarakan sebelum pertandingan di mulai .Meski di bantu sound system tapi tak mengurungkan niatan para Aremania untuk turut menyanyikannya. Dan jika kelak panitia pelaksana dalam mempersebahkan lagu kebangsaan tersebut tanpa alat bantu elektronik lainnya maka suara koor atau aubade Aremania seisi Stadion jauh lebih gahar dan menggelegar mengaung bak singa lapar kemenangan haus kejayaan dan menjadi tekanan terhadap tim lawan.

Berikutnya peluit panjang sebagai pertanda pertandingan telah di tiupkan oleh sang pengadil lapangan. Decak kagum sorak sorai geram dan teriakan mewarnai sepanjang pertandingan dimana ayas dan nawak-nawak disuguhi atraksi dari kedua tim yang berlaga terutama Arema.

Kadang harus berdiri secara spontan kadang harus menghela napas panjang kadang harus bertepuk tangan dan kadang harus berekspresi lainnya.Tapi ada atraksi lain yang berawal dari tribun timur di mana gerakan menyerupai Gelombang Meksiko tapi kali sore itu yang ayas lihat adalah Badai Satu Jiwa (sebutan ayas pribadi) yaitu dengan mengibaskan syal di tangan dengan posisi badan berdiri yang dilakukan secara cepat dan kompak terus menjalar ke semua tribun berulang sampai minimal dua kali. Bahkan ojob ayas sempat terpana dan turut larut merasakan atmosfer sepakbola yang sesungguhnya di Stadion Kanjuruhan karena selama ini hanya dapat melihat di layar kaca dan baru kali ini atas ajakan ayas duduk di tribun utara.

Aremania

Sore itu menjadi hari yang sangat berarti buat ayas secara pribadi menjadi waktu yang patut ayas syukuri disamping ayas sebagai Aremania yang kemarin sore juga menjadi orangtua yang sebenarnya bagi keluarga terutama kana ayas. Dengan Arema selain menuai kemenangan juga turut memberi kebahagian sejati sebagai sang lelaki terhadap ojob maupun kana. Dimana sore itu adalah saat saat yang tak bisa terulang lagi dalam waktu waktu yang lain.

Dapat terlihat dan terpancar kebahagian kana ayas dengan kehadiran ayas dan ojob (yang harus berangkat dari Banyuwangi sendirian) dan juga kehadiran adaros maupun nawak-nawak Aremania Senayan untuk dapat melewatkan beberapa hari lagi memasuki usia manis atau yaitu 17 tahun (yang kebetulan lahir di bulan Oktober).

Tanpa kue tart tanpa hidangan makanan tapi ayas berikan kana sebagai saksi gelegar kemenangan di Kanjuruhan,tanpa pesta tanpa kemeriahan tapi ayas jadikan kana sebagai bagian Aremanita yang mendukung singo edan,tanpa music tanpa irama tapi ayas mampukan kana untuk merasakan sisi heroik dari Arema dan dukungan Aremania,tanpa meniup lilin dibalas letusan kembang api yang berwarna warni,tanpa sensasi di bayar atraksi dan suatu kesederhanaan namun menjadi penuh makna sebagai rasa cinta yang tak berwujud rupa dari seorang Aremania terhadap keluarga juga Arema.

Stadion Kanjuruhan

Apa yang ayas upayakan meski secara kecil dari mengusahakan tiket mengatur jadwal dan rute keberangkatan seakan segala kesulitan dan kepenatan berbuah menjadi kado yang istimewa dari sebuah kemenangan Arema yang di dedikasikan untuk Aremania secara umun dan secara khusus dipersembahkan terhadap kana ayas yang sempat meyangsikan kedatangan dan kehadiran dari Atrakaj seorang ebes di saat hari istimewanya. Karena jadwal pekerjaan selama ini menempatkan ayas tidak pernah ada di sisinya pada hari hari ulang tahunnya apalagi memberi kado atau hadiah.

Ayas hanya bersyukur kepada Tuhan dengan segala kasihnya memberikan suatu kebahagian yang teramat manis untuk di lupakan sepanjang ingatan.Ayas di beri waktu dan kesempatan dengan sebuah kebersamaan sebagai keluarga untuk menyaksikan sebuah permainan bukan hanya sebagai hiburan tapi sebuah proses kemenangan dari perjuangan Arema dengan dukungan tanpa batas dari Aremania.

Dengan segala daya dan upaya dalam meraih keberhasilan kemenangan Arema setiap laga kandang maupun tandang di pertandingan berikutnya menjadikan kado atau hadiah istimewa bagi para Aremania lainnya terutama bagi mereka yang tak pernah lelah bernyanyi dan bukan sekedar bernyanyi tapi beratraksi.Terutama bagi mereka yang tak pernah lelah untuk berdoa dan berharap panjang pada suatu kebajikan.Bagi mereka yang karena keterbatasan keadaan yang tidak dapat datang kepinggir lapangan.Dan dedikasi bagi para pendiri ,pemain Arema serta para Aremania yang telah beristirahat dengan damai dan tenang untuk selamanya.

Fajar kemenangan mulai terbit menyaput menyusuri lorong lorong keraguan menggantikan bias bias keyakinan tanpa harus jumawa dan selalu rendah hati nan luas jiwa akan sebuah jalan pasti meraih mimpi sempurna menggapai singgahsana tahta tertinggi juara sepakbola di Indonesia dan Asia.

Tak cukup hanya perjuangan dan meraih kemenangan minggu sore itu saja .Masih harus dilalui sore sore atau malam malam hari lainnya yang jauh lebih lebih mengguras dana tenaga pikiran dan waktu yang tidak sedikit namun harus wajib tim Singoedan maupun Aremania dijalani.

Beribu maaf jika artikel ini terlalu pribadi namun ayas hanya berbagi kegembiraan dan kebahagian terhadap sesama Aremania yang jauh lebih sejati dan militansi tanpa mau terpublikasi.

Terima kasih tak terhingga terhadap adaros-adaros yang di Ngalam dengan pedulinya yang berkenan memberi tempat berteduh tempat rehat dan tempat bercengkrama, nawak-nawak Arsenmix dan tak dapat ayas lupakan para Aremania Lawang yang mau memberikan jatah 21 lembar tiket terhadap ayas dengan hanya order by call. (*)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

ArSen

AreMa Senayan

You may also like...

1 Response

  1. siiiph lah.. FORZAAA AREMA

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply