Tak Punya Sponsor, Arema Indonesia Patenkan Logo

(Suasana di depan kantor Sekretariat Arema Indonesia )

Oleh :Hanum Oktavia Rosyidah (Reporter Surabaya Pagi)
MALANG – Ribuan outlet penjual merchandise yang tersebar di seluruh wilayah Malang Raya tampaknya harus segera mendaftarkan diri sebagai partner produsen, distributor, sub-distriburor PT. Arema Indonesia. Pasalnya, PT Arema Indonesia melakukan pendaftaran hak cipta atas logo Arema Indonesia. Hak cipta tersebut tertuang dalam Surat pendaftaran Ciptaan Nomor 039514.

Sehingga, para pengusaha yang menjual merchandise berlogo atau berlambang Arema Indonesia pada setiap produknya akan dikenakan kewajiban kepada pemegang hak berupa pembayaran royalty yang dibuktikan dengan hang tag berhologram atau label PT. Arema Indonesia.

Menurut Direktrur Bisnis PT. Arema Indonesia, Siti Nurzanah, pendaftaran hak cipta logo ini semata-mata merupakan konsekuensi Arema Indonesia yang merupakan klub sepak bola profesional yang mandiri dan modern. “ Kami ingin tak hanya ingin mengedepankan prestasi tim yang bagus, namun dalam bidang bisnis juga ingin kami kembangkan melalui merchandise ini. Nantinya bisa menjadi salah satu pemasukan bagi tim,” kata Siti Nurzanah, Senin(22/3).

Kondisi keuangan Arema Indonesia mulai bulan April, lanjut Siti, sudah tak mendapatkan suntikan dana dari sponsor sebesar Rp 1 Miliar per bulan, membuat Arema harus gencar mencari pemasukan selain dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Saat ini sebanyak 40 outlet yang telah tergabung dalam PT. Arema Indonesia dengan pemasukan Rp 50 juta dari target bulamn Maret sebesar Rp 200 juta. Sementar target pemasukan melalui merchandise pada musim kompetisi ISL 2009/2010 ini sebesar Rp 1,2 miliar. Royalti yang diberikan pedagang yang telah terdaftar sebesar 7,5 persen dari hasil penjualan, sementara outlet yang belum terdaftar sebesar 10 persen.“ Kami optimis target tercapai, namun ini perlu kerjasama dari pihak produsen maupun disrtibutor mercahandise Arema serta Aremania,” ungkap wanita berjilbab ini.

Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat umum dan Aremania untuk tidak melakukan pembelian produk yang tidak resmi atau tidak memiliki hang tag yang berhologram PT. Arema Indonesia. Jika ada pedagang atau produsen yang nakal, maka akan dijerat hukum. Untuk menanggulangi pedagang yang nakal tersebut, pihak Arema Indonesia telah melakukan sidak dengan menurunkan tim pemantau sebanyak enam orang. “ Kami sudah mendaftarkan hak patennya, jika ada yang melannggar maka akan diproses secara hukum,” tutur Sudarmaji, media officer Arema Indonesia.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

ArSen

AreMa Senayan

You may also like...

42 Responses

  1. ppreyppsalsa says:

    Sebuah langkah yg harus didukung, demi kelangsungan hidup Arema Indonesia.
    Dr sisi PT. Arema Indonesia sendiri juga harus lebih giat menggandeng para sponsor.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply