Permintaan Maaf Dari TopSkor

Atas tulisan reporter dari sebuah Media Olahraga yang memandang miring tentang perjuangan Arema Indonesia dan mengabaikan dukungan Aremania sehingga pihak redaksi menyampaikan permintaan maaf seperti yang di muat dari salah satu kolomnya..

TOPSKOR MEMINTA MAAF
SEJAK Selasa (13/4) hingga Kamis (15/4), TopSkor mendapat begitu banyak kritik dan protes atas pemberitaan yang berjudul “Keanehan Di Wamena” pada berita utama halaman 7 edisi Senin, 12 April 2010. Surat yang masuk tidak hanya melalui portal resmi kami di www.topskor.co.id , melainkan juga via jejaring sosial facebook.

Kritik tersebut terkait dengan disinformasi yang disampaikan TopSkor bahwa laga Persiwa Wamena versus Arema Malang di Stadion Pendidikan, Wamena, Minggu (11/4), berlangsung tanpa penonton sehingga menimbulkan “keanehan” karena disinyalir Komdis memberikan hukuman diam-diam kepada Persiwa menyusul insiden pemukulan ofisial tuan rumah terhadap pemain Persisam Samarinda di laga sebelumnya.

Ternyata, hukuman terhadap Persiwa itu belum terjadi, sehingga mereka masih berhak menjamu Arema dengan penonton di Stadion Pendidikan. Pijakan wartawan TopSkor mengambil kesimpulan laga itu tidak dihadiri penonton, yakni berdasar laporan pertandingan dari PT Liga dalam situs resminya. Di sana, pada kolom penonton, tertera tanda (-) alias kosong. Pada keesokan harinya PT Liga merevisi kolom itu dengan kehadiran 10.000 penonton.

Apapun alibinya, kekeliruan dan ketidakcermatan itu sepenuhnya ada pada kru kami. Karena itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca, khususnya kepada manajemen, tim, dan pendukung Arema Indonesia atas pemberitaan yang terkesan menyudutkan Arema tersebut.

Klarifikasi juga telah dilakukan koresponden kami di Malang, Noval Luthfianto, kepada para stakeholder Arema terkait disinformasi pemberitaan TopSkor. Sama sekali tidak ada itikad redaksi untuk mendeskriditkan perjuangan Arema Indonesia untuk menjadi juara Djarum ISL. Sebaliknya, kami menyokong sepenuhnya kemandirian Arema sebagai klub percontohan di Tanah Air.

Demikian penjelasan dan permohonan maaf kami. Harap maklum. Terima kasih.
Redaksi

(dikutip dari harian TopSkor)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

You may also like...

4 Responses

  1. Itikat baik untuk melakukan permintaan maaf yang sungguh-sungguh (mengucapkan, menyesal dan tidak mengulangi) patut kita hargai dengan memaafkan…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. aremania_87 says:

    permintaan maaf bolehlah kita terima dengan hati ikhlas, akan tetapi alangkah baiknya artikel yang berjudul ” Keanehan Di Wamena” bisa langsung di revisi atau sekalian di hapus saja … kan ini artikel online yg gampang di delete dan tidak perlu susah2 untuk menarik yg terlanjur beredar seperti media cetak …. viva AREMA … peace … salam 1 jiwa

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Situx Srengenge says:

    Blunder Topskor sedikit banyak memberikan cap negatif bagi media tersebut.

    Pemberitaaan tanpa investigasi yang lengkap membuat lunturnya reputasi sebuah media.
    Sekali lagi sebuah pembelajaran bagi kita semua.
    S1J.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Arsen-11 says:

    kalo salah sdh njalok sepuro…berarti LANANG….wes tak sepuro kok…tp kadit siaran Ulang halas e …

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply