Arema Indonesia, dari Arema untuk Indonesia

Ketika pertama kali di launching, jangankan pihak diluar publik Malang Raya, Aremania sendiripun banyak bertanya-tanya perihal nama-nama pemain yang bakal memperkuat team pada musim kompetisi kali ini. Maklum, sebelumnya, publik Aremania sempat di buat berpacu jantungnya, pasalnya sampai dengan mendekati berjalannya musim kompetisi team masih belum terbentuk, kondisi keuangan yang amburadul dan prestasi beberapa tahun terakhir yang selalu langganan berada di papan tengah saat musim kompetisi berakhir.

Dua minggu jelang kompetisi di mulai, barulah terlihat sedikit titik terang. Dengan di tekennya kontrak dengan pelatih asing yang baru pertama kali berkiprah di pentas ISL, sedikitnya kekhawatiran Aremania terobati bahwa minimal sudah ada yang bakal menukangi team satu musim kedepan. Namun, melihat nama-nama yang di munculkan sebagai skuad inti pada launching team, meskipun beberapa nama sudah cukup akrab dengan publik bola Malang Raya seperti Roman Chmello, Markus Haris M (sempat bergabung setengah musim), dan beberapa nama lain, namun siapa pada saat itu yang mengenal M. Fakhruddin, Irfan Raditya, Dendy Santoso, Rachmat Affandi, Ahmad Bustomi, dan beberapa nama lain sebagai nama-nama besar yang dapat mengangkat prestasi team.

Pertandingan pertama di musim ini nampaknya cukup dapat menjawab keraguan banyak pihak. Dengan pengatruan komposisi yang cerdik,  Robert Rene Albert ibarat seorang conductor yang memimpin sebuah orkestra. Sebuah gitar, dipadukan dengan biola, saxofone, dan alat-alat musik lainnya, akan menjadi rangkaian musik yang indah dan dahsyat, sangat berbeda jika masing-masing alat musik dimainkan sendiri-sendiri, keserasian perpaduan itu ternyata dapat menjungkalkan team bertabur bintang Persija Jakarta yang didominasi oleh pemain-pemain Timnas. Dan pertandingan demi pertandingan yang dilaluipun merubah kekhawatiran publik Malang Raya dan Aremania dimanapun berada menjadi optimisme yang besar. Bayangkan, pada perempat musim, Arema Indonesia sudah berada di puncak klasemen dan tetap bertahan hingga saat ini. Bukan hanya mendominasi laga kandang, akan tetapi bahkan laga tandangpun banyak dimenangkan Arema Indonesia. Dimulai dari tour Kalimantan yang sukses dengan 6 poin di kandang Persisam dan Bontang FC, sampai dengan kesuksesan mencetak rekor sebagai team yang pertama kali menjungkirkan Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan, Wamena.

Kesuksesan Arema Indonesia mencetak dan mempertahankan prestasi yang pada awal musim hanya ditargetkan berada di papan atas, serta merta membuat target manajemen berubah menjadi target “JUARA”. Hal ini turut pula mengangkat pamor para pemain Arema Indonesia yang sebelumnya dipandang sebelah mata. Kurnia Meiga Hermansyah menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di negeri ini yang sukses menjaga gawang Arema menjadi team yang paling sedikit kebobolan, di dukung dengan barisan pertahanan yang kokoh di komandani Piere “Papa” Njanka, di bantu Purwaka “Aud” Yudi, Irfan “Gullit” Raditya, Juan Revi, Zulkifli Syukur, di perkokoh barisan tengah yang penuh motivasi dan kreatifitas bersama M. Fakhruddin, Ahmad Bustomi, M. Ridhuan, Roman Chmello, Esteban Guillen, dan di ujung tombak ketangkasan Nooh Alamshah, Dendy Santoso, Rahmat Affandi, dan di dukung nama-nama lain di setiap lini yang kebanyakan adalah nama muda membuat Skuad Young Lion, menjadi skuad yang sangat di perhitungkan di tanah air saat ini. Termasuk para pemain-pemainnya.

Banyaknya pemain Arema Indonesia yang mengisi nominasi Perang Bintang adalah bukti bahwa para pemain Arema Indonesia adalah skuad yang sangat diperhitungkan. Oleh karenanya, pihak manajemenpun sangat mendukung rencana pelatih Alfred Riedl yang baru saja di kontrak untuk menukangi Tim Nasional yang berencana mengadakan Pelatnas Jangka Panjang, Demi Bangsa dan Negara, Arema Indonesia akan melepas para pemainnya jika dibutuhkan asalkan Negara menjamin kesejahteraan pemain sebagaimana club memberikan gaji dan bonus kepada para pemain demikian ungkap Manager Arema, Mujiono Mujito sebagaimana di publish di official websitenya Aremafc.com.

Inilah kesuksesan Robert Rene Albert, dengan pola latihan yang profesional hingga mengatur pola istirahat, makan, hingga jenis makanan telah berhasil mengubah pemain-pemain biasa menjadi para pemain luar biasa, yang bukan hanya siap untuk membela nama besar Arema Indonesia, tapi juga demi Bangsa dan Negara. Mungkin inilah salah satu maksud Robert Rene Albert dengan mengubah nama Arema Malang menjadi Arema Indonesia, dengan maksud dari Arema untuk Indonesia. (lek.)

(foto-foto by Iink Fotography)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Arema Indonesia, dari Arema untuk Indonesia, 7.0 out of 10 based on 1 rating

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

5 Responses

  1. Hendy Prima says:

    Semua perlu Proses,,, Tetap Semangat Aremania,

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. firnando_edan says:

    yahud lop……
    salam satu jiwa piala liga super indonesia

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. aremania_87 says:

    AREMA INDONESIA … from Malang with love … peace … salam 1 jiwa …

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Bodhenks says:

    oyo tolk wes

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • Bodhenks says:

      gak usah kakean cangkem koyok
      tonggo sebelah

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply