Djakarta, 30 Mei 2010 Behind The Scene

Laga penutupan Liga Super Indonesia 30 Mei 2010 yang lalu, meninggalkan kesan yang tidak akan terlupakan bagi siapapun yang menyaksikan pertandingan pamungkas antara Persija Jakarta yang menjamu Jawara Liga Super Indonesia, Arema Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas sekitar 100.000 (seratus ribu orang). Bagi siapapun yang menyaksikan pertandingan ini baik secara langsung di stadion maupun melalui siaran langsung televisi, dapat melihat bahwa kapasitas stadion terbesar di Asia Tenggara ini tidak dapat menampung ratusan ribu pendukung kedua Team. Dengan kondisi di dalam stadion yang sudah penuh bahkan hingga ke seattle ban, di luar stadion masih terdapat banyak penonton yang tidak dapat memasuki stadion.

Kedatangan puluhan ribu Aremania dari Malang Raya dan daerah lain yang berjumlah hingga puluhan ribu sungguh di luar dugaan. Dugaan semula, jumlah Aremania yang akan hadir di Ibu Kota adalah sekitar 25an ribu orang saja, namun di luar pengamatan ternyata jumlahnya jauh melebihi angka tersebut. Sehingga panitia penyambutan yang di bentuk oleh Forum Persaudaraan Arema Jakarta sempat kewalahan. Sejumlah konsumsi yang disiapkan untuk ribuan Aremaniapun dengan terpaksa tidak dapat mencukupi keseluruhan Aremania yang memadati Stadion Utama GBK.

Panitia Penyambutan telah dibentuk sejak 2 minggu sebelumnya, beranggotakan seluruh korwil yang ada di Jabodetabekten panitia ini melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti PSSI, PT. Liga Indonesia, Kepolisian, Panpel Persija, serta kelompok suporter The Jakmania. Koordinasi internal dilakukan pula dengan panitia tour Batavia di Malang Raya. Sejak dibentuk, kepanitiaan yang dikomandani oleh Sam Mohan ini melakukan koordinasi secara terus menerus dan intensif. Segala hal di perhatikan secara mendetail untuk mengantisipasi adanya kendala-kendala yang akan muncul. Namun, antusiasme yang begitu besar dari Aremania dimanapun berada membuat beberapa hal berada di luar batas kemampuan panitia. Seperti jumlah konsumsi dan kuota tiket. Kuota yang disediakan sebanyak 25.000 untuk aremania yang telah diambil seluruhnya oleh panitia (tiket biru) ludes di borong rombongan tour dan tidak menyisakan selembarpun. Hal ini membuat Arema Senayan yang mendapat kepercayaan dari 1.250 Aremania di wilayah Jakarta dan luar Jakarta dan luar Malang, terpaksa harus mengambil tiket langsung melalui Panpel Persija dan mendapatkan tiket untuk umum (hijau) yang diperoleh tanpa potongan harga.

Jumlah sebanyak itupun masih belum mampu menampung antusiasme Aremania. Hal ini terlihat dari pantauan crew Arsen yang melihat di lokasi masih banyak Aremania yang terpaksa harus berburu tiket melalui calo. Sempat terlihat hal yang menarik ketika seorang Calo yang menawarkan tiket ekonomi dengan harga Rp. 80.000 di tawar suporter The Jakmania Rp.20.000 dengan alasan harga tersebut adalah harga normal pertandingan di GBK. Namun, ketika seorang Aremania datang di tengah tawar menawar tersebut, tanpa menawar dia langsung membayar tiket seharga Rp. 80.000 dan pergi meninggalkan The Jakmania yang melongo melihat kejadian itu.

Hal yang menarik lainnya adalah suasana Stadiun Utama GBK dan sekitarnya yang lebih mirip suasana rekreasi ketimbang pertandingan sepak bola. Hampir di seluruh sudut Kompleks GBK terlihat puluhan ribu Aremania yang banyak diantaranya bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Tanpa ragu mereka membawa istri dan anak-anaknya yang masih balita. Hal ini merupakan trend positif jika suatu pertandingan dirasa aman dan dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, sehingga dapat menjadi sarana rekreasi yang merakyat.

Cerita lain muncul pula dari rombongan Aremania Tour Batavia, meskipun sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum suporter lain selama perjalanan berupa lemparan batu pada kendaraan yang ditumpangi, namun sebagian besar Aremania dapat tiba di Jakarta dengan selamat. Sementara itu, lebih dari 40 bus gagal berangkat ke Jakarta karena kesalahan pihak penyedia angkutan.

Sedangkan pada perjalanan pulang kembali ke Malang, rombongan yang menggunakan kereta api tidak dapat terangkut secara keseluruhan pada waktu yang sama (Senin, 31 Mei 2010) sehingga masih menyisakan lebih dari 600 orang yang terpaksa harus berangkat keesokan harinya. Dan pada keesokan harinya, ketika seorang crew Arema Senayan mengantarkan beberapa orang Aremania membeli tiket di loket Stasiun Kereta Api Senin di tolak oleh petugas loket meskipun memaksa untuk membeli tiket karena tidak mau di sangka “bonek” yang tidak mau membayar tiket. Penolakan ini dijelaskan oleh Kepala Stasiun Senin dikarenakan seorang Aremania Borneo yang mengenalkan diri dengan Bu Sri telah mencarter sejumlah 5 gerbong dengan dana pribadinya. Sungguh solidaritas yang luar biasa.

Selama dalam perjalanan pulang, rombongan Aremania Tour Batavia kembali mendapatkan sambutan yang sudah terencana dari oknum suporter lain di daerah Jawa Barat berupa lemparan Batu dan bahkan Molotov yang menyebabkan beberapa bagian gerbong terbakar dan terpaksa di siram dengan air mineral yang sebagian (100 dus) di sumbang oleh Arema Senayan, disamping itu menurut pengakuan petugas medis yang ikut dalam rombongan Tour, beberapa Aremania juga mengalami luka bakar. Air mineral yang di gunakan untuk memadamkan api, Aremania yang berada di dalam kereta sempat mengalami dehidrasi. Beruntung di Jawa Tengah, rombongan Tour mendapatkan supply Air Mineral dan sejumlah nasi bungkus dari Aremania Semarang, Snex, dan juga Pasoepati.

Segala hal yang terjadi selama dalam perjalanan berangkat, selama berada di Jakarta, dan perjalanan kembali pulang tentunya merupakan kenangan tersendiri bagi mereka yang mengikuti peristiwa ini. Segala perasaan kesal, senang, dan haru bercampur menjadi satu. Namun, itulah bagian dari perjuangan panjang mendukung Team Kebanggaan yang akhirnya dapat mencapai prestasi tertinggi Sepak Bola Nasional sebagai Jawara ISL musim 2009/2010. (lek.)

Foto by : Dino, Pasoepati.net

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Djakarta, 30 Mei 2010 Behind The Scene, 5.0 out of 10 based on 1 rating

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

8 Responses

  1. Zein Scout Arema says:

    Salut bwt Nawak2  The Jak, pasoepati.. dan AREMANIA sejagad raya…thanks…
    ini baru namanya loyalitas tanpa batas… salam satu Jiwa AREMA Indonesia…
     

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Sam Ken says:

    Pokok e acara sukses wis… suwon ker!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. evie says:

    ngeri sekaligung bangga mendengar n melihat perjuangan AREMANIA menuju BATAVIA, terima kasih kawan2 PASOPATI, SNEX n SEMARANG…………………

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Wuuiilll…..semangat solidaritas yg tinggi dari suporter dan juga serangan yg tanpa alasan…Indahnya bila semua bersatu…Forum Persaudaraan Arema Sejabodetabek adalah bukti bersatunya semua Arema yg di jabodetabek dlm menyambut saudara2 Aremania yg hadir dibhumi Orange…salam satu jiwa..kipa ilakes.Your

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Niar Laksita says:

    Kita tidak sendirian Kawaaaaannnn!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Aremania_ says:

    Terimakasih Untuk Semua Pihak yang sudah mambantu
    The Jack, Pasoepati… Salam Satu Jiwa Untuk Indonesia

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. polos says:

    merinding pas baca kalo Aremania memaksa membayar tiket Kereta yang ditolak oleh petugas di karenakan sudah di carter 5 gerbong untuk mereka oleh salah seorang Aremania Borneo padahal belum tentu org tersebut kenal. Loyalitas Aremania memang ga Ada BATASnya…SALUTTTT buat kalian!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      mungkin inilah yang disebut dengan satu jiwa sam.

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply