Arema bukan hanya FC, tapi juga Brand

AREMA INDONESIA

AREMA INDONESIA

Setelah Hingar bingar pesta juara arema sudah selesai, sudah saatnya manajemen arema mulai memikirkan banyak hal untuk musim depan untuk berkelanjutannya arema menjadi klub juara, profesional dan menginternasional. sudah saatnya arema menerapkan teknik marketing layaknya perusahaan besar.
AREMA bukan hanya FC, Arema adalah Brand

Dari segi prestasi dan potensi, arema sudah mempunyai modal yang sangat kuat, tinggal bagaimana manajemen bisa memanfaatkan peluang untuk memompa pendapatan.
Tidak bisa dipungkiri jika sekarang sebagian besar pendukung arema masih terpusat di malang raya. Untuk level jawa timur, sangat susah dihitung mana yang punya pendukung lebih besar dan fanatik antara persebaya dan arema. Ada kawan dari tulungagung bercerita jika disana kaos bonek laku keras, mulai anak anak sampai dewasa bangga memakai kaos bonek. Dilihat dari prestasi dan nama baik, susah dimengerti  banyak orang masih suka memakai kaos bajul ijo. Ini baru Tulungagung, padahal masih banyak daerah di jatim seperti karisidenan jember, banyuwangi yang masih menggemari bonek hanya karena romantisme kejayaan persebaya di jaman majapahit.

Tapi itulah pasar. Siapa yang bisa memanfaatkan peluang dan menciptakan trend, dialah yang mendapat keuntungan. Teknik Red ocean strategi dimana kita harus adu strategi dengan klub lain untuk memperebutkan pasar suporter lokal jawa timur dan indonesia sepertinya belum perlu dilakukan. Tim lain di jatim belum kepikiran ke arah merchandise, karena memang mereka klub yang tidak bingung dengan dana dan tidak kepikiran untuk mencari dana karena lembaga milik pemerintah harus bersifat non profit (ane ex pns jadi tau pola pikir mereka).

Teknik blue ocean, strategi marketing yang berpakem “menciptakan produk untuk menciptakan pasar sendiri” sepertinya perlu ditiru. Dulu yang namanya ipod dibilang lemot , dulu motor matic malah dicibir. Sekarang terbukti sudah kecerdikan apple dalam membuat ipod dan yamaha dengan mionya bisa membuat keuntungan yang luar biasa bagi produsen, dan dulu yang mencibir sekarang malah mengekor habis habisan dan semakin ketinggalan. ..kata komeng :)

Sudah saatnya marketing arema mulai berpikir untuk mengandeng penjual2 kaos, pedagang2 pasar di daerah daerah untuk membirukan dagangan mereka dengan kaos arema seperti di pasar besar malang. Untuk tahap awal mungkin susah mengontrol distibusi hang tag untuk daerah, tapi ini tidak masalah.  Semakin banyak tulisan “arema” dibaca, semakin melekat nama ini di benak masyarakat.

pedagang kecil untung arema juga untung…… ….what the good business !!!

Buktinya,  saya langsung teringat dengan flexi ketika melihat warna merah kuning ijo di jalan, padahal ga ada tulisan fleksinya lo…..ini karena telkom pernah mewarnai tiang telepon di seluruh jawa timur dengan merah, kuning, ijo…menurut saya ini strategi gelap mata…….. . tapi ternyata efektif…:) .

The point is …..”Arema harus menciptakan trend baru yang membuat customernya berbeda dan mempunyai rasa lebih..”
Brand marketing dan strategi arema harus dimaintain mulai sekarang, kalo perlu sewa hermawan kertajaya supaya labih keren, bergengsi dan lebih sering diliput media.

Khusus untuk official jersey, arema mulai musim depan harus berani menggandeng merk besar untuk memproduksi kaos ekslusif dan resmi dengan bandrol diatas produk UKM, untuk menyasar konsumsi kelas atas.
Kisaran harga 200-300ribu masih masuk akal lah. Jersey diproduksi terbatas (5000-10000 pcs) untuk menjaga eksklusifitas produk, jangan seperti sekarang, masyarakat sudah tidak mengenali lagi mana kaos dan warna resmi arema. Bandingkan dengan klub besar dunia, dimana meskipun kreatifitas kaos tidak dibatasi…. jersey resmi pasti selalu ada dan polanya paten.<

Kedepan jika arema punya sponsor besar (isunya BRI akan menggandeng arema), managemen harus bisa lebih kreatif lagi sehingga sponsor kesengsem.  royal dan loyal dengan arema.

Tiru saja teknik marketing produsen rokok dengan memberikan gratis banner atau  plang nama untuk warung dan rombong di pinggir jalan dengan embel embel produk mereka.

Sponsori warung di pinggir jalan di seluruh jalan utama di jawa timur dengan plang arema, meski tulisannya kecil tapi mengena.
Jika perlu semua rombong bakso seindonesia dicat gratis dengan tulisan “arema + (sponsor)… turut memajukan olahraga indonesia”…keren kan???

Tidak masalah jika kita dianak tirikan jawapos group, kalaupun ada berita positif untuk arema itu hanya untuk konsumsi warga malang. Untuk jawa timur, berita  mereka masih condong ke persebaya, semua bisa kita counter dengan marketing ala arema dan semoga suatu saat mereka malu sendiri.

AREMA adalah klub modern

Jika membandingkan arema dengan klub profesional dunia, banyak yang harus dibenahi. Terlepas dari kontribusi pemain musim ini yang sangat fantastis, masih banyak yang harus diperbaiki dari penampilan dan perilaku pemain. SEMUA PEMAIN AREMA ADALAH MARKETER BAGI AREMA.
Mulai sekarang tirulah klub modern modern dunia. Mulai Klub basket sampai sepak bola, pelatih dan pemain harus menggunakan setelan jas atau pakaian resmi pada saat saat tertentu.
Seperti pelatih, meskipun PSSI tidak mewajibkan, akan sangat kerennn dan menjual sekali jika meneer alberts memakai setelan jas waktu dipingir lapangan, persis sperti jose maurinho. Pemain juga, jika sedang di bandara atau keluar dari bis dan masuk lapangan bola dan kebetulan disorot kamera antv, akan lebih berwibawa dengan memakai setelan jas daripada memakai kaos beraneka warna, tanpa lengan, menenteng sepatu dan bersandal jepit pula, lalu apa bedanya dengan pemain sepakbola galadesa ??

Bandingkan dengan wayney ronney, rossi dan beckam waktu tertangkap kamera?? kalaupun ada yang berpakaian santai, itu memang karena sponsor pribadi yang mengharuskan mereka memakai produk mereka yg berkesan sporty.<

Meskipun bukan setelan jas mahal,  model pakaian resmi akan sangat mempengaruhi bagi yang melihat dan pemain sendiri. Dengan memakai pakaian resmi, diharapkan mental pemain terangkat, tidak berbuat yang memalukan diri sendiri dan klub, juga merasa berbeda dengan pemain klub lain ………… ……dan semoga lagi membawa percaya diri pemain di lapangan.
Image yang terbangun juga positif, keliahatan klub elite, profesional, tepat waktu dan pada akhirnya membuat sponsor loyal. Jika DBL yang notabene hanya melibatkan anak sma saja bisa begini, kenapa arema tidak????

Di luar stadion, penampilan dan kelakuan pemain juga harus dijaga. Penggemar juga akan semakin tergila gila dengan penampilan idolanya yang good looking. Sudah banyak contoh olahragawan  yang punya skill tidak terlalu istimewa tapi sukses jadi bintang iklan. Jika ada pemain arema yang jadi bintang iklan karena permainan dan penampilan, yang terangkat pasti nama arema juga.
Sudah seharusnya arema mempunyai hair stylist langganan,  penata busana sampai penata rias agar “camera catching” dan tidak kuwus kuwus. Saya rasa salon dan tailor di malang berebut menjadi official salon dan official designer langganan arema. Jika butuh manajemen arema menggandeng manajemen artis, bayar jika perlu,  supaya acara gosip di tv tidak melulu diisi artis sinetron murahan,
tau tau ada gosip si ridhuan atau juan revi yang pacaran sama aura kasih atau jupe (dijodoh jodohkan aja, siapa tahu aura kasih mau wk wk wk)

Di TV, pemain arema seperti dendi santoso, kurnia mega, fahrudin keliatan sekali kurang berotot dan kampleng kata orang purwokerto, berbeda sekali dengan pemain asing seperti el-loco atau messi yang rata rata berbodi ok meskipun tidak tinggi. Body begini  jika lawan pemain level liga asia (arab, jepang) ya langsung “ngglundung” ngga bangun jika tertabrak… .he he.

Fitness dan kebugaran sepertinya bisa berfungsi ganda, selain menguatkan fisik agar tidak kalah dalam body charge, juga memperbaiki penampilan pemain. Manajemen harusnya mengutamakan dan memfasilitasi secara profesional lengkap dengan nutrisionis dan pelatih kebugaran khusus, jangan asal asalan dan tidak teratur.  Fitness pun bisa jadi bisnis menguntungkan jika dilabeli “arema”. Apalagi jika suatu saat pemain ini terjual ke klub lain dengan harga tinggi, maka ada trade mark jika pemain jebolan arema pasti berfisik ok,…..akhirnya satu lagi poin plus bagi arema.
Managemen Issue juga harus diperhatikan, pernah dulu sekali ada pemain arema yang jengkel gara gara sakit dan ditaruh di kelas 3 RSUD. Jika ini tertangkap oleh media yg tidak obyektif dan diberitakan, maka arema juga yang malu. Untung sekarang kesejahteraan pemain termasuk kesehatan keluarganya sudah diperhatikan management.
Ada juga issue arema menyuap, sudah seharusnya isu seperti ini dikounter langsung di media massa, undang wartawannya jamu dengan baik, sehingga tidak menjadi issue berkepanjangan dan berkembang jadi opini publik sepakbola nasional.

Jika AREMA bisa mempertahankan prestasi dan image positif, pihak sponsor juga tidak sungkan menjadikan arema sebagai ikon produknya. Beberapa wakatu lalu banyak kartu perdana yang bergambar band artis lokal, belum ada yg bergambar klub lokal…ini peluang bukan??
Air asia dulu begitu bangga mewarnai armada pesawatnya dengan warna khas MU. Jika nanti di tiap buku tabungan BRI atau tiap botol oli pertamina ada gambar arema, atau di tiap bungkus extra joss ada gambar macan mengaum, pasti akan jadi ajang promosi luar biasa bagi klub….
Suatu saat nanti jika memang semua sudah stabil, barulah saham arema bisa dijual ke khalayak ramai.
Sekali lagi ini industri, semua aspek harus dimanfaatkan untuk kejayaan arema indonesia.


SIJ
Ali Rachmadi
alumni mesin yg ga ngerti ekonomi, apalagi model jas

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

20 Responses

  1. Yavie says:

    Saya sangat setuju apa yang di tulis di atas,,
    jadi Saran saya Tulisan di atas di Print dan di kirim ke management AREMA INDONESIA.

    S1J

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. oedhik says:

    artikel bagus, moga2 manajemen AREMA juga baca dan mau menjadikan salah satu langkah ke depan yang lebih baik bagi arema …. N5454JI

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. paklek_uning says:

    Mugo2 manajemen juga membaca ini. Tulisan ini juga sudah di publish di milis arema@yahoogroups.com. milis tersebut juga diikuti manajemen dan situs ini juga menjadi salah satu bacaan manajemen.

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Soepri says:

    s7 dan memang harus begitu…..!
    semoga manajamen membaca dan lekas merealisasikan demi Arema indonesia untuk kedepanya.
    ~salam satu jiwa~

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. lutfi black says:

    brilian sam…brilian….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Arema Benhil says:

    wuih,mantab komennya! Boleh nih kapan2 ketemuan tuk diskusi…kecuali kita gak satu kota hehe.
    Tapi bukan halangankan ….just email me to    tio_atha@yahoo.com, Anyway maybe you jebolan teknik tapi gw yakin lo pendekar sales-marketing hahaha
    kalo  nggak mana ada montir omongin brand awereness hahahaha
    See ya…!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Sam Ken says:

    Muantep rek!
    Mrinding ayas moco ne… lek sampe ke wujud, kebanggaan paling gede sing ono nang awakku, bangga terlahir di Bhumi Arema n Arema banged, n bangga dg Arema yang ‘Profesional’ just comment : oyi tok wis!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Niar Laksita says:

    Semoga tidak sekedar Mimpi, MANTEEP! !

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. dhyanz says:

    Keren sam…moga hal itu bisa terwujud,jd makin bangga jd arek malang
    moga hal ini dpt menjadi saran untuk manajemen dlm mengelola arema u lbh profesional.tidak ada yg mudah tp jg tidak ada yg tidak mungkin jika kita mau bekerja keras
    nambahi usul jg,tlg diperhatikan masalah tiket coz harga di calo gila2an,kasihan aremania/nita yg pnya uang pas2an n pengen support d kanjuruhan
    nuwus,salam 1 jiwa

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. wah…tinggal management ajah..kl akuw didadekno masuk di jajaran management seng ngurusi ngonokan..yoo wes tak hajar kabeh gae bisnis…kqkqkqkq
    seng penting gak merugikan pihak manapun dan mengangkat arema,aremania/ta,malang menuju sepakbola industri.

    -sasaji-

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      kirim lamaran ae sam nang management. bek e butuh manajer. hehehehe…

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Radooks says:

    Wah uapik iki rek…senada dgn apa yg ada di pikiranku “Brand”

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. SETUJU…. Coba kita lihat, cuma di Malang ada komplek pertokoan sekelas plaza, mall, d mana di tiap toko yg m’jual atribut team sepakbola kebanggaan kota t’sebut selain di outlet2 khusus yg m’jual atribut tsb. Kota lain paling mentok cuma di kaki lima. Itu baru di sisi brand market. Liat dari sisi brand image, semua putra-putri AREMA rata2 merasa sudah t’lahir sebagai AREMA sblm klub sepakbola AREMA lahir di bhumi Malang raya t’cinta, dan karena memang seperti itu kenyataannya. Ini kesempatan kita untuk merealisasikan sebuah wadah nyata dlm kepentingan bersama di sektor yg lebih real. Kita harus memiliki paguyuban yg t’struktur dan terorganisasi dg baik, seperti suku-suku daerah lain yg ada di ibukota yg sering saya jumpai. Kesimpulannya, kita yg merasa putra AREMA, pasti setuju bahwa AREMA adalah lebih dari sekedar marga, fam, atau klen bagi kita. Kita bangga dipanggil AREMA di belakang nama kita. AREMA adalah landasan ideal kita dan panji kebanggaan bagi kita… Mari kita realisasikan…!!!
    Salam Satu Jiwa…!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      kedepannya jika Arema Indonesia punya stadion sendiri, mungkin bisa dibangun Arema Centre yang menjual segala atribut dan merchandise resmi Arema Indonesia, dimana disampingnya di bangun Arema Museum yang menyimpan segala hal bersejarah yang berperan sepanjang perjalanan Arema Indonesia.

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  13. bonk bonk says:

    persib akhrinya mengeluarkan kaos resminya. hanya dibikin 100 pcs?! harga 430 ribu, disertai dengan sertifikat dan nomor seri. untuk kelas arema, 2000 pcs pun masih terhitung limited. tapi saya tidak terlalu setuju dengan limitasi batas produk kaos resmi. kalo cuma 500 biji pasti sudah habis dibeli aremania malang tok. Lebih baik harganya dibikin mahal tapi diimbangi dengan kualitas yang sangat bagus, sehingga aremania seindonesia bisa menikmati jersey resmi. Kaos inter milan sih uadoh aj laku mahal kok, masa kaos arema ngga iso??

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      sudah satu ide kecolongan. mungkin kalau manajemen bergerak lebih cepat. Ide-ide yang lain tidak segera di ambil orang.

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  14. dwy andjar says:

    2 JEMPOL tuk artikel ini…..

    smoga smuanx dpt trealisasi dan drespon baik ama mnajement AREMA..

    SASAJI AREMA INDONESIA..^_^

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. eko.arsen-11 says:

    kadit Halasam ide kecolongan…seng temping Realisasi ide2 liyane kapan….??? Tiket Elektrik,KTA ..merchandise Resmi…dan liyane….ayo nawak…bahu membahu untuk Arema Indonesia…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. Anin says:

    Kalo mslh merchandise,management Arema sebetulnya sangat-sangat terlambat. Kita tau dong,sejak puluhan tahun lalu kostum dan pernak pernik Arema udah diproduksi,namun baru tahun ini Arema melakukan sistem royalti. Tapi g pa pa lah,lebih baik terlambat drpd tidak sama sekali !!! Menurut q,kalo management Arema Indonesia mau serius dan kerja keras, g usah cari sponsorship nasional pun,akan dpt dana yg sangat besar,karena Malang Raya menyimpan potensi besar. Berapa ratus pabrik rokok di malang? Berapa banyak industri lain di malang? Kalo mereka bisa menggandeng pengusaha2 lokal,tentu akan menjadi poin yg istimewa, karena selain swadaya lokal, lewat Arema Indonesia para pengusaha tsb dpt meningkatkan pangsa pasar, dari pasar regional menjadi produk yg dapat masuk pasar nasional. Ayo !!! Pengusaha Malang Raya, jadilah partner dan sponsorship AREMA INDONESIA !!! Masa’ kalah ama WARUNG SATE H.PAINO ?? Satu lagi bos, angan2 anda kalo di bungkusnya extra joss ada gambar macan meraung, brarti bukan sponsor AREMA INDONESIA dunk?? Xixixi….salut.,salut untuk anda..SALAM 1 JIWA AREMANITA GENERASI AKHIR TRIBUN RUMPUT GAJAYANA.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply