Niet Gaan Meneer..

Robert Rene Albert

Robert Rene Albert

Seiring dengan berakhirnya Liga Super Indonesia dan prestasi yang telah dicapai Arema Indonesia, banyak hal yang ada dan dimiliki Arema Indonesia akan menjadi sorotan dan incaran. Termasuk Arema Indonesia itu sendiri. Berlaga di kancah yang lebih tinggi yaitu Liga Champion Asia membuat para punggawa Singo Edan yang seluruhnya belum pernah berlaga di kancah ini memendam keinginan tersendiri untuk menuai prestasi di kancah yang lebih tinggi.

Menengok kebelakang, ketika team baru terbentuk 2 minggu jelang Liga dimulai adalah suatu hal yang sangat berat untuk bisa berprestasi di kompetisi. Namun, sejak pembukaan Liga Super Indonesia (11 Oktober 2009) yang mempertemukan tuan rumah dengan pemain tanpa bintang berhadapan dengan team bertabur bintang Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Malang, Arema Indonesia berhasil unggul 1-0. Beberapa pihak sempat meragukan hasil ini dan menganggap hanya kebetulan, keberuntungan, dan keberpihakan wasit. Akan tetapi, hal ini dijawab pada pertandingan terakhir yang mempertemukan dua team yang sama di tempat yang berbeda, kembali Singo Edan unggul dengan hasil yang lebih fantastik 1-5.

“Untuk mengalahkan Arema Indonesia, dibutuhkan seluruh bintang ISL dan 6 kali pergantian pula untuk mengimbangi stamina Ahmad Bustomi dkk”

Keberhasilan yang diraih sejak pertandingan pertama, dan pertandingan demi pertandingan berikutnya baik kandang maupun tandang mengumpulkan poin demi poin hingga akhirnya meraih poin tertinggi dan memastikan gelar juara pada pertandingan ke 32 di Pekanbaru merupakan kerja keras para pemain, pelatih, manajemen dan juga Aremania yang hadir dimanapun Arema berlaga, bahkan hingga ke Provinsi paling timur Republik ini. Raihan Piala Liga Super Indonesia, bukanlah akhir dari perjuangan. Cukupkanlah sudah semua euforia. Ke depan, Arema Indonesia menghadapi tantangan yang lebih berat. Untuk musim ini saja, masih ada satu piala tersisa yang juga menjadi incaran team Singo Edan, yaitu Piala Indonesia yang akan di lanjutkan geliatnya setelah gelaran Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Bolehlah saat ini semua mata dan energi tertuju pada perhelatan akbar sepakbola dunia ini, akan tetapi harus di waspadai ada pihak-pihak lain yang bergerilya mengincar para punggawa Singo Edan yang terbentuk menjadi bintang-bintang baru di kancah sepakbola nasional dari ketatnya Kompetisi ISL 2009/2010 dan juga tidak dilupakan karena tangan dingin Sang Maestro, Robert Albert.

Kepiawaian Robert Albert memadukan pola pelatihan ala Eropa dengan situasi dan kondisi di tanah air, membuat team Singo Edan semakin matang pada setiap laga yang dihadapinya. Kecermatannya menilai dan menganalisa kekuatan setiap calon lawannya membuat banyak pihak iri dan bagi mereka yang tidak cukup dewasa akhirnya mengungkapkan sejuta keraguan dengan sejuta alasannya yang sama sekali tidak berkaitan dengan permainan di atas lapangan hijau itu sendiri. Dan sekali lagi, Robert Albert menjawab semua keraguan itu dengan mengimbangi permainan team penuh bintang ISL Selection pada laga tanpa gelar di penutupan ISL 2009/2010. Meskipun hasil akhir team Singo Edan dipaksa tunduk dengan skor 4-5, namun apa yang diperagakan diatas lapangan hijau menunjukkan permainan yang menarik, enak di tonton dan penuh dengan teknik. Bahkan, bisa dikatakan, “Untuk mengalahkan Arema Indonesia, dibutuhkan seluruh bintang ISL dan 6 kali pergantian pula untuk mengimbangi stamina Ahmad Bustomi dkk”. Kedepannya, untuk meraih prestasi di tingkat Asia, merebut Piala Indonesia, dan mempertahankan gelar ISL di musim yang akan datang, sentuhan dingin Robert Albert dan kerja profesional Manajemen masih dibutuhkan. Team yang sudah terbentuk masih perlu melanjutkan perjalanan dengan irama yang sama dan conductor yang sama pula. Saat ini, sebagaimana di rilis Malang Post, beberapa team dalam dan luar negeri berminat untuk meminang Rober. Semoga saja, Robert Albert masih betah bertahan di Kota Malang dan kembali membesut Singo Edan untuk musim kompetisi berikutnya. Dan barangkali, harapan redaksi juga sama dengan harapan sebagian besar Aremania dimanapun berada yaitu “Niet Gaan, Meneer….(Jangan pergi, Meneer)” (lek.) (Foto by : Iink Photography)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

8 Responses

  1. siipppp..amin

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Zaky says:

    Ayo sam dukung upaya gaet meneer RA….
    ama pertahankan komposisi yg ada biar tetep kompak.sulit lho mempertahankan komposisi yg uda padu di AREMA saat ini. bukan pemain bintang yg egonya tinggi utk direkrut, tp loyalitas dan militansi tinggi dalam bermain….

    go…go…. A R E M A !!!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Sam Ken says:

    dan harapan kita semua, “Robert Albert, niet vader kon gaan, AREMA hebben u nodig! (Robert Albert, jangan pergi pak, AREMA membutuhkanmu!”

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. mboyst97 says:

    Gawe dulur2 sing duwe rejeki lebih ayo podho ndukung AREMA gampang kok carane contone koyo bakul sate sing sering masang A BOARD nang stadion…
    kalo pengen tau jelasnya baca beritanya di jawapos radar malang edisi jum’at 11 juni 2009

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • mboyst97 says:

      sorry tanggale keliru 11 juni 2010 *)red

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  5. eko.arsen-11 says:

    KIpa Ilakes…kenapa kita gak rubah Tradisi,Kontrak pelatih dan pemain dalam jangka Panjang min.2 taon…kita osi tail Arema Indonesia prototipe Timnas…ayo bahu membahu untuk kebesaran Arema Indonesia….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. hamid says:

    arema indonesia,keaslian sepakbola indonesia,kuat tangguh dan solid di segala lini,termasuk pemain keduabelasnya,aremania,yang akan selalu ada untuk arema sampai kapanpun..
    slan satu jiwa arema indonesia.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. reditya rizal says:

    setuju sam,,,
    ayas punya ide bikin konser amal buat bantu pahlawan kita,,,klo diselingin lelang macam kemarin dulu mungkin juga bisa sam,,,
    yang jelas,arema kudu tetep solid komposisinya n buat aremania/nita jangan cuman bisa bangga aja,tpy juga ikut berkontribusi buat arema,,,tunjukkan pada indonesia,arema mampu pertahankan juara,,karena arema is the ONGIS NADE!!!Salam Satu Jiwa

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply