Tak kenal Lelah dukung Garuda..

photo by Altha

Arema Senayan lahir dan terbentuk di Senayan, dari Aremania di sekitar Jabodetabekten yang berpartisipasi mendukung Tim Nasional Indonesia (bukan Timnas PSSI) sejak hampir 2 tahun yang lalu. Tepatnya, pada saat kejuaraan Piala Asia. Dan itu terus terjadi hingga saat ini, ketika antusiasme masyarakat bola di Tanah Air, khususnya di Ibu Kota kepada Tim Nasional membuncah tinggi. Disamping karena prestasinya yang mampu mencetak kemenangan 4 kali berturut-turut, juga tak dapat di pungkiri karena hadirnya pemain naturalisasi berwajah imut sang 17 Irfan Bachdim (http://twitter.com/#!/IrfanBachdim10)

Apapun alasannya, antusiasme penonton yang begitu luar biasa  sehingga benar-benar membuat istilah pemain ke-12 tidak hanya sebatas istilah, tapi juga pemain aktif yang turut mempengaruhi jalannya permainan (baca http://bola.kompas.com/read/2010/12/16/22474520/McMenemy.Pemain.ke12.Indonesia.Luar.Biasa)

Arema Senayan mengenakan batik saat Timnas Vs Malaysia

photo by Altha

Teriakan, gegap gempita, tiupan terompet, pukulan drum, dan sorak sorai dari puluhan ribu suporter yang didalamnya termasuk Presiden RI di dampingi Ibu Negara, Menpora, dan juga beberapa pejabat negara serta rombongan kecil Arema Senayan turut larut dalam ketegangan dan kegembiraan yang terjadi. Apalagi serangan terus menerus dari 11 orang pilihan berseragam merah putih dilapangan yang kerapkali menciptakan peluang emas membuat suasana stadion terbesar di Tanah Air ini semakin menegangkan, demikian pula ketika terjadi serangan balik dari “The Azkals” membuat teriakan-teriakan dan ekspresi kekhawatiran para suporter menggambarkan seolah-olah jalinan emosi di dalam  dan ditepi lapangan benar-benar erat. Terlebih ketika terjadi miskomunikasi antara pemain belakang Maman Abdurahman dan Kiper Markus Horison membuat gawang Garuda benar-benar terancam, beruntung masih ada punggawa Arema Indonesia Zulkifli Syukur yang mampu menghalau bola agar tidak merobek jala Garuda.

Arema Senayan untuk Indonesia

photo by Altha

90 menit pertandingan berjalan, dan berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Laskar Garuda kembali menciptakan kegaduhan. Kegembiraan baik di kalangan pemain, official, pelatih, dan penonton termasuk di dalamnya para pejabat negara, keluarga pemain, dan juga selebriti yang menyempatkan hadir tak dapat dibendung lagi. Namun, satu hal yang patut diingat, bahwa kita belum juara, Alfred Riedl (pelatih tim nasional) menegaskan bahwa menang 1-0 kita masih berbahaya, oleh karena itu, di leg 2 (home) Garuda harus kembali memenangkan pertandingan. Dan tentunya, dukungan pemain ke-12 kembali dibutuhkan. S1J. (lek)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

34 Responses

  1. Devi says:

    Garuda di dadaku…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      mana..mana…

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Ferdy says:

    mantap kreatifitas arek arek malang ini, pake batik segala….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. ayu says:

    wahhh pengeeennn..moga2 mgg bisa ntn yak….AMIN..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. yoga says:

    lumayanlah,ayas ketok ndk foto manten2nan..hhehehe..
    genderone yo nampang pisan..

    nuwus sam..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply