Membangunkan Kembali Loyalitas yang Tertidur

Kenangan Arema Indonesia Menjuarai ISL 2009-2010

Masih teringat jelas dalam ingatan kita semua, perjuangan panjang Team Singo Edan meraih juara Liga Super Indonesia untuk pertama kalinya pada musim kompetisi yang lalu (2009-2010). Masih jelas sekali bagaimana dengan susah payah, sejak pertengahan putaran pertama Arema Indonesia telah bertengger di puncak klasemen, dan sempat beberapa kali di salip oleh pesaing terdekatnya Persipura Jaya Pura. Namun, dengan semangat penuh, kerja keras pemain, kecerdikan team pelatih, dan dukungan penuh Aremania, Singo-singo asal kota Malang berhasil mengunci gelar juara pada pertandingan ke 33 atau satu pertandingan jelang pertandingan terakhir yang berlangsung di Pekan Baru menghadapi tuan rumah PSPS Pekanbaru. Hasil Imbang yang didapatkan sudah cukup untuk mengunci gelar juara, dan pertandingan selanjutnya melawan sahabat lama Persija Jakarta yang berlangsung di Stadion Terbesar di Negeri ini, menjadi tak lebih dari seperti pertandingan persahabatan dan reuni akbar suporter Indonesia.

Aksi Aremania di Kanjuruhan pada ISL musim 2009-2010

Pada musim kompetisi yang lalu, antusiasme masyarakat untuk memenuhi Stadion Kanjuruhan yang dikenal sebagai Kandang Singa benar-benar luar biasa. Pada putaran pertama saja, berbagai media mencatat Jumlah Penonton di Stadion Kanjuruhan adalah yang terbanyak dibandingkan dengan penonton laga kandang team lainnya (simak di : http://www.bola.net/indonesia/laga-arema-dominasi-jumlah-penonton-terbanyak.html, http://aremaindonesia.com/2009/11/11/aremania-penonton-terbanyak/, http://www.antaranews.com/berita/1263903679/pertandingan-arema-dominasi-jumlah-penonton-terbanyak, http://www.bolaindo.com/?page=berita&sub=detail&id=7560) dan rekor ini tetap terjaga di dipertahankan hingga berakhirnya musim kompetisi 2009-2010. Dan bukan hanya laga kandang, fanatisme Aremaniapun terlihat jelas ketika melakoni laga tandang. Lihat saja di Stadion Surajaya Lamongan ketika Arema Indonesia di jamu oleh Persik Kediri, seluruh sudut stadion di penuhi oleh belasan ribu Aremania. Dan yang paling jelas terlihat adalah pada pertandingan terakhir yang sudah tidak menentukan, menghadapi tuan rumah Macan Kemayoran Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tidak dapat dihitung secara pasti berapa jumlah Aremania yang hadir, akan tetapi terlihat jelas bahwa setengah lebih stadion di dominasi oleh warna Biru dan Putih. Sudut-sudut stadionpun di hiasi oleh bendera kebesara Arema Indonesia berlogo Singa.

Loyalitas Aremania ini tidak terhenti pada gelaran Liga Super Indonesia saja, pada ajang Piala Indonesia dimana Arema Indonesia sempat menjadi tuan rumah, Stadion Kanjuruhanpun selalu penuh sesak oleh semangat Aremania mendukung Team Singo Edan. Termasuk pada laga tandang ketika Final Piala Indonesia menghadapi Juara Bertahan Sriwijaya FC yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, hmpir seluruh sudut stadion terbesar di kota batik ini dipenuhi oleh Aremania.

Masa transisi dari periode Liga 2009-2010 ke periode 2010 – 2011, topik tentang pergantian pemain dan pelatih di Arema Indonesiapun seolah tetap menjadi trending topic di kalangan Aremania. Setiap kali isu yang beredar selalu menjadi perhatian utama Aremania. Beberapa klub yang sudah mengikat pemain incarannya membangkitkan kekhawatira ketika Arema Indonesia belum juga mengikat kontrak satu orang pemainpun. Wacana pergantian pelatih, strategi permainan dan lain-lain menjadi bahan perbincangan yang selalu menarik di kalangan Aremania.

Dukungan penuh Aremania yang menjadi tulang punggung Team untuk meneruskan kiprahnya di kancah persepakbolaan Tanah Air membawa antusiasme tersendiri bagi para punggawa Singo Edan. Lihat saja, ketika hampir seluruh team juara yang berperan dalam perjuangan Arema Indonesia meraih gelar juara memilih untuk tetap bertahan di Team Singo Edan. Lihat pula mantan pelatih Arema Robert Rene Albert yang hengkang dan menukangi PSM Makassar justru terlihat seolah-olah melatih dengan setengah hati melihat tingginya jadwal kepulangannya ke Malaysia yang sampai 2 (dua) kali dalam sebulan, dimana hal ini tidak dilakukannya ketika menukangi Arema Indonesia.

Musim Kompetisi 2010-2011 Arema Indonesia mengawali laga dengan 2 (dua) kali laga tandang di Borneo menghadapi Tuan Rumah Persisam Samarinda dan Bontang FC. Meraih sekali kalah dan sekali menang telak, dilanjutkan dengan beberapa kali laga kandang dan tandang, sebelum jeda panjang kompetisi karena adanya laga Piala AFF (dulu Piala Tiger) Arema Indonesia bercokol di peringkat ke-3 mengumpulkan 17 poin dari 8 kali bertanding di bawah Persipura dan PSM yang masing-masing mengumpulkan 22 dan 19 point.

Pertandingan ISL 2010-2011 Arema Vs Semen Padang. Lihat, masih banyak ruang yang kosong

Namun, entah karena apa, nampaknya antusiasme suporter memenuhi stadion Kanjuruhan pada beberapa laga Kandang dan laga ujicoba yang berlangsung belum seperti pada musim sebelumnya. Dari siaran langsung dan dokumentasi pertandingan nampak masih banyak tribun yang kosong, laporan pertandingan yang dikirimkan oleh BLI melalui milis resmi liga Indonesia pun menyebutkan bahwa tak sekalipun pertandingan di Kanjuruhan mencatat jumlah suporter di atas 30.000 (kapasitas Stadion Kanjuruhan 35.000). Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat Team ini dibiayai sebagian besar oleh suporter. Bahkan pelatih Miroslav Janu pun sempat dibuat kecewa ketika pada salah satu pertandingan uji coba, jumlah Aremania yang hadir tidak sampai memenuhi setengah stadion (http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23465:miro-kemana-aremania&catid=63:menu-headline&Itemid=102).

Bagi nawak-nawak yang berada diluar daerah, yang memiliki keterbatasan ruang dan waktu, mencoba berbagai upaya untuk bisa mensupport team kebanggaan kita semua ini. Diantaranya adalah yang dilakukan dengan membeli tiket untuk seluruh sisa pertandingan kandang (http://aremasenayan.com/2010/11/26/tiket-ekonomi-langsung-untuk-13-kandang-arema-indonesia.php) terlepas apakah nantinya nawak-nawak yang telah membeli bisa hadir di Stadion ataukah tidak, yang jelas, meskipun sedikit kontribusi yang telah kami berikan menunjukkan loyalitas kami kepada Team Singo Edan.

Saat ini, jeda panjang kompetisi telah berakhir. Sesaat lagi, genderang Kompetisi ISL akan segera di tabuh kembali. Saatnya untuk kita bangunkan kembali loyalitas kita yang sempat tertidur. Saatnya untuk memenuhi kembali Kandang Singa, saatnya untuk menjadikan kembali Kandang Singa sebagai tempat yang paling angker bagi lawan-lawan Arema Indonesia. Salam 1 Jiwa. (lek).

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

38 Responses

  1. taringi-11 says:

    Apakah akan menjadi suatu nyata ….Aremania akan penuhi kanjuruhan bila Arema akan juara…? Kita sebagai suporter seyogyanya. Mendukung Tim dlm keadaan apapun juga..baik kalah atau Menang,juara ataupun Degradasi…ayo nawak tetap penuhi kanjuruhan,karena kita AREMANIA…salam satu jiwa

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      sam taring-11 di tunggu tulisannya

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Sam Ken says:

    Oyi tok wis, Arema its never dies! loyalitas tanpa batas, meski garuda di dadaku, Arema jiwaku!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  1. 3 January 2011

    […] original post : http://aremasenayan.com/2011/01/03/membangunkan-kembali-loyalitas-yang-tertidur.php […]

Leave a Reply