Poin mahal Modal ke Palembang

Tensi pertandingan Persib Vs Arema cukup Panas (foto by. Malang Post)

Pertandingan ke-11 Arema Indonesia di jamu oleh tuan rumah Persib Bandung berakhir dengan skor 1-1. Disaksikan 15.300 pasang mata suporter tuan rumah dan pendukung Arema Indonesia yang tidak mengenakan atribut, pertandingan berlangsung keras dan diwarnai beberapa insiden.

Sejak peluit tanda dimulai pertandingan ditiup oleh wasit Najamuddin Aspiran, Singo Edan langsung menggebrak pertahanan lawan. Tercatat ada beberapa peluang emas tercipta, beberapa kali kaki terlatih Esteban Guillen, Roman Chmello, dan solo run M. Ridhuan mengumpankan bola matang ke mulut gawang yang belum berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Nooh Alamshah dan Dendi Santoso.

Melihat serangan team lawan yang bertubi-tubi dan tak kenal lelah bak Singo kelaparan, Daniel Rukito melakukan pergantian pemain pada menit ke 29 yang menarik Muhammad Agung Pribadi (13) dan mengganti dengan Siswanto (22). Masuknya Siswanto yang berperan sebagai winger kanan cukup efektif meningkatkan daya serang team tuan rumah. Namun, beberapa peluang emas yang diperoleh Rachmat Affandi dan Pablo Frances masih belum mampu menembus kokohnya lini belakang Arema Indonesia.

Bukannya kebobolan setelah mendapatkan serangan bertubi-tubi, yang terjadi justru Roman Chmello yang berhasil memanfaatkan bola liar hasil tendangan bebas Esteban Guillen menjadi goal pada menit ke 60. 0-1 untuk keunggulan team tamu.

Tertinggal 0-1 untuk team tamu, membuat kubu tuan rumah semakin meradang. Tensi pertandingan bukan hanya panas didalam lapangan, tapi juga diluar lapangan. Di dalam lapangan, beberapa kali pemain persib menembakkan tendangan spekulasi ke gawang Arema Indonesia. Namun, kesigapan penjaga gawang muda Kurnia Meiga masih dapat mengantisipasi tendangan-tendangan tersebut.

Berawal dari insiden yang terjadi di pinggir lapangan antara M. Ridhuan (6) dengan pemain lawan Wildansyah (4), teriakan keras dan sumbang dari tribun penonton memaksa wasit yang tidak melihat langsung kejadian mencabut kartu merah daru sakunya. Protes keras di lancarkan kubu team tamu, sang kapten NAS 12 memprotes keputusan wasit. Setelah bersitegang beberapa saat akhirnya M. Ridhuan (6) menyerah, menyalami Wildansyah dan melangkah meninggalkan lapangan. Namun, belum juga memasuki ruang ganti, lemparan botol dilakukan oleh kubu tuan rumah, sehingga membuat M. Ridhuan (6) urung memasuki ruang ganti yang terhalang oleh lemparan dari bangku penonton.

Para pemain, manajemen Persib, Panpel dan pihak keamanan mencoba untuk mengamankan dan meredam amuk massa, namun bukannya mereda, yang terjadi justru Pemain ke-12 benar-benar memasuki lapangan pertandingan. Di beberapa sudut juga nampak kepulan asap dan juga letusan petasan yang mengarah ke dalam lapangan. Situasi mencekam di tepi lapangan justru bertolak belakang dengan yang terjadi di tengah lapangan. Para pemain dari kedua kubu yang tadinya bersitegang justru terlihat akrab dan gayeng mengomentari kejadian di tepi lapangan. Tidak nampak adanya permusuhan apalagi dendam akibat kejadian sebelumnya.

Amuk massa yang terjadi memaksa pertandingan dihentikan hingga hampir satu jam lamanya. Selama pertandingan dihentikan, tercatat beberapa aset Stadion Siliwangi rusak, Tower siaran stasiun televisi ANTV juga di robohkan, sehingga ANTV tidak dapat melanjutkan siaran langsungnya.

Setelah situasi yang tidak kondusif mereda, sebagian dari Viking (suporter tuan rumah) juga sudah meninggalkan stadion, barulah pertandingan dilanjutkan, dimulai pada menit ke 68. Tensi para pemain yang sudah terlanjur menuru dipaksakan untuk melanjutkan pertandingan. Dan pada menit ke-79 Atep (7) berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kedudukan imbang ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Hilang sudah 3 point yang sudah di tangan, raihan 1 point dari kubu Maung Bandung yang di bumbui dengan kerusuhan ini juga harus di bayar mahal oleh team Singo Edan. Di saat 4 orang singa muda harus bergabung dalam pelatnas jangka panjang Timnas U-23 mulai hari ini (24 Januari 2010), kubu Singo Edan juga harus kehilangan M. Ridhuan (6) dan Roman Chmello (9) yang tidak dapat memperkuat team karena akumulasi kartu.

Dengan satu point dan kekuatan yang tersisa, semoga semangat Singa tidak luntur dari para punggawa Arema Indonesia. (lek)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

Leave a Reply