Klarifikasi Resmi Arema Indonesia atas Pemberitaan Majalah Tempo Edisi 24-30 Januari 2011

Sehubungan dengan pemberitaan Majalah Tempo Edisi 24-30 Januari 2011 dengan judul Korupssi Priit…! Banyak sandiwara di lapangan bola. Maka kami dari Departemen Media Officer PT Arema Indonesia perlu meluruskan sejumlah informasi yang keliru, dan bila dibiarkan atau tidak dibeikan klarifikasi justru menimbulkan fitnah dan tidak sesuai dengan fakta apalagi menurut kami tidak disajikan secara berimbang (cover both side). Utamanya dalam rubrik Tempo Investigasi. Beberapa informasi yang disajikan Tempo yang kami anggap keliru dan perlu di luruskan diantaranya :

1. Halaman 55 kolom ketiga alinea 4, ditulis Stadion seakan segera meledak. Teriakan dan nyanyian puluhan ribu suporter kedua kesebelasan memecahkan telinga. Minggu ketiga Februari tahun lalu itu. Persebaya Surabaya bertamu ke kandang Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur dalam kompetisi Liga Super. Aremania dan Bonek “bertempur” adu keras suara, memberi semangat kedua tim yang menyerang silih berganti.

2. Halaman 57 kolom ketiga alinea 3-4, ditulis “Persiwa Wamena ini tim aneh, karena selalu mendapat penalti di menit-menit akhir,” kata Pelatih Arema, Robert Alberts, sebelum berangkat ke Papua. Gol ajaib akibat keputusan wasit yang ganjil memang kerap terjadi pada pertandingan Liga Super di Papua. Walhasil Arema seperti menjalani misi mustahil. Pemain Arema juga “terteror” insiden kasar dalam pertandingan dua pekan sebelumnya di Wamena. Pemain-pemain Persiwa tak hanya mengalahkan Persisam Samarinda dengan satu gol, tapi juga memukuli enam pemain Persisam.

3. Halaman 58 kolom pertama alinea 2, ditulis “Sepertinya PSSI memang memberi kesempatan kepada Arema untuk juara musim lalu,” ujar Jhon bersungut-sungut.

4. Halaman 58 kolom pertama alinea 3, ditulis Apa Rahasianya ? Arema mengaku meminta tim khusus PT Liga Indonesia memantau pertandingan di Wamena. “Kami ingin mengantisipasi semua faktor nonteknis,” kata Manajer Arema, Mujiono Mujito. “Apa salahnya menghubungi semua pihak terkait untuk berjaga-jaga?”. Artinya, Arema memang justru ketika pertandingan tidak diganggu keanehan macam-macam.

5. Halaman 58 kolom dua alinea 1,ditulis Menurut sumber Tempo, kejadian di Wamena itu indikasi bahwa Arema memang “dikawal” petinggi PSSI. Di Liga Super dan divisi-divisi dibawahnya memang sudah jamak dikenal pentingnya sebuah klub membeli “pengawalan” khusus dari “bapak asuh”. Biasanya mereka adalah petinggi PSSI.

6. Halaman 59 kolom satu alinea 1, ditulis Singkat cerita, pada Mei 2010, setelah bermain imbang 1-1 dengan PSPS Pekanbaru, Arema resmi menjadi juara. Ribuan suporter Aremania membanjiri pertandingan teakhir arema di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Disana Arema menghempaskan Persija 2-1. Lengkap sudah kesaktian tim Singo Edan.

7. Halaman 59 kolom satu alinea 3, ditulis Arema pun kelimpungan. apalagi orang-orang Bentoel di Arema mundur satu persatu. Darjoto Setyawan, Ketua Yayasan Arema dan Gunadi Handoko, Direktur Utama PT Arema, mengundurkan diri. Berbagai penyelamatan pun dicoba. Mereka bahkan pernah menjajaki merger dengan klub sepupunya, Persema Malang. Tapi gagal.

8. Halaman 59 kolom dua alinea 3, ditulis Sumber Tempo di dalam manajemen Arema membenarkan adanya bantuan Bakrie. “Jumlahnya lebih dari Rp 7 miliar,” katanya.

9. Halaman 59 kolom tiga alinea 1, ditulis Arema melanggang Gelontoran dana Rp 4,5 miliar untuk Arema dari Ijen Nirwana-pesuahaan pengembang perumahan milik Grup Bakrie-di awal musim ini mempertegas kedekatan antara Arema dan Keluaa Bakrie.

10. Halaman 61 kolom satu alinea 1, ditulis Laporan Keuangan mereka tidak memenuhi standar akuntansi, sekadar pakai program Microsoft Excel yang bisa dihapus dan diubah siapa saja sehingga kesahihannya diragukan. Laporan keuangan PSMS Medan dan Arema Indonesia masuk kategori ini.

Dari tulisan yang kami rinci di atas, perlu kami luruskan dan klarifikasi, temasuk penilaian kami terhadap keseimbangan berita sebagai syarat mutlak dalam proses jurnalistik, agar diperoleh informasi yang berimbang dan akurat.  Adapun klarifikasi dari kami :

1. Pertandingan Arema vs Persebaya di ISL 2009/2010 digelar pada hri Minggu 21 Pebruari 2010 diStadion Kanjuruhan. Jajaran kepolisian Malang Raya melarang kehadiran suporter Persebaya ke Malang untuk menjaga kondusifitas, selain saat itu pendukung Persebaya terkena sanksi Komisi Disiplin PSSI, tidak diperbolehkan mendampingi timnya selama bertanding di luar Surabaya selama empat tahun. Ketua Panpel Arema Indonesia, Abriadi juga telah melakukan kordinasi dengan tim Persebaya, saat melakukan tehnical meeting sehari sebelum pertandingan di Kantor Arema, Jl Sultan Agung, hadir pula jajaran perangkat pertandingan dan jajaran kepolisian memastikan informasi ketidak hadiran pendukung Persebaya, karena intruksi dari jajaran kepolisian, juga adanya sanksi dari Komdis. Karena itu, fakta di Stadion Kanjuruhan saat itu, tidak ada kehadiran pendukung Persebaya. Kami akan mengirimkan bukti video rekaman pertandingan Arema Indonesia vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada 21 Pebruari 2010 sebagai bahan kajian redaksi Tempo.

2. Perlu diluruskan, dalam proses jurnalistik unsur when dan who perlu dikesinambungkan. Robert Alberts, saat tulisan ini dimuat sudah tidak lagi menjabat sebagai pelatih Arema Indonesia, karena itu perlu ditulis Robert Alberts sebagai mantan pelatih Arema Indonesia, atau pelatih Arema Indonesia saat itu. Pertandingan melawan Persiwa di ISL 2009/2010 digelar pada 11 April 2010  di Stadion Pendidikan Wamena Papua. Skor berakhir 0-2 untuk kemenangan Arema Indonesia. Kemenangan itu hasil dari kerja keras semua yang terlibat dalam tim maupun manajemen. Sebab dipersiapkan selama tiga bulan lebih sebelum Arema Indonesia melakukan pertandingan away ke Papua. Diantaranya melakukan TC di Batu selama tujuh hari, dua minggu sebelum keberangkatan ke Wamena, tujuannya untuk beradaptasi dengan cuaca di Wamena yang cenderung dingin. Memantau setiap pertandingan Persiwa, baik saat home maupun away melalui dokumentasi video. Mengumpulkan data tentang menit-menit gol yang diciptakan Persiwa untuk mengantisipasi kelemahan yang dimiliki Arema Indonesia, termasuk memprogram keberangkatan tim empat hari sebelum pertandingan, dengan melakukan penerbangan transit ke Makassar selama satu hari dengan tujuan agar masa recovery pemain cukup. Perlu diluruskan pula, tim Arema Indonesia tidak merasa terteror dengan kejadian yang menimpa tim lain, terbukti saat itu Arema berangkat dengan pemain-pemain inti. Seharusnya ada konfirmasi dari perwakilan pemain Arema Indonesia terkait informasi tersebut.

3. Akan lebih berimbang, bila ada pernyataan resmi atau konfirmasi terkait statemen tersebut kepada mantan jajaran pelatih, manajemen atau pemain Arema Indonesia yang menjadi saksi pertandingan itu. Dalam kesempatan inipula, kami mengirim dokumentasi rekaman pertandingan Persiwa vs Arema Indonesia di ISL 2009/2010 di Stadion Pendidikan untuk menjadi bahan kajian redaksi Tempo.

4. Sekali lagi untuk memenuhi unsur jurnalistik utamanya pada unsur when dan who, saat ini Mujiono Mujito, pada kepengurusan Arema Indonesia pada ISL 2010/2011 sudah tidak menjabat sebagai Manajer Arema Indonesia. Kami sampaikan saat lawan tim ke Wamena, Mujiono Mujito tidak ikut serta mendampingi tim, karena alasan kesibukan di luar Arema Indonesia. Ada kesan kuat, opini diarahkan agar pembaca memahami kalimat nonteknis yang disampaikan narasumber Mujiono Mujito cenderung ke arah materi. Padahal, non teknis yang diantisipasi Arema Indonesia saat lawatan ke Papua, yakni faktor transportasi yang jauh, kondisi medan yang berpengaruh terhadap kebugaran pemain, karena kami menganggap hasil kajian manajemen tim, kenapa tim-tim lain gagal meraih poin di Papua, karena sebagian besar faktor kelelahan. Karena itu dalam penyusunan program ke Wamena, faktor kelelahan ini menjadi bahan kajian. Karena itu kami sampaikan, kemenangan di Wamena pada ISL 2009/2010 karena hasil kerja keras tim bersama manajemen.

5. Informasi tidak seimbang, tidak ada statemen resmi dari Arema Indonesia untuk menyeimbangkan informasi yang disajikan. Ada kesan kalimat “dikawal”, “pengawalan”, dan “bapak asuh” menggiring opini pembaca ke arah negatif, bukan atas dasar statemen seorang narasumber. Sebab, indikasi kalimat “dikawal”, tidak tegas di sampaikan narasumber. Kalimat ini menggiring ke opini negatif terhadap kemandirian Arema Indonesia yang selama ini berjalan dengan tiga pilar kemandirian yakni dari ticketing, sponsorship dan merchandise. Dalam konteks organisasi sepak bola, Arema Indonesia merupakan anggota PSSI, sudah selayaknya bila PSSI melakukan pembinaan terhadap klub-klub sepak bola yang menjadi anggotanya.

6. Pertandingan Persija vs Arema Indonesia di ISL 2009/2010 digelar pada Minggu 30 Mei 2010 di  Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pertandingan berakhir 1-5 untuk kemenangan Arema Indonesia, akan kami kirimkan pula video rekaman Persija vs Arema Indonesia, 30 Mei 2010 sebagai bahan kajian redaksi Tempo.

7. Fakta kronologis yang disampaikan tidak runtut. Pengelolaan Arema Indonesia dari Bentoel ke Konsorsium ditandatangani pada 3 Agustus 2009. Dalam jajaran direksi PT Arema Indonesia, saat itu Direktur Utama PT Arema Indonesia dijabat Gunadi Handoko. Sedangkan Darjoto Setiawan, mundur dari Ketua Yayasan Arema pada 8 September 2009, dan Gunadi Handoko resmi mundur dari jabatan Direktur PT Arema Indonesia pada 9 Maret 2010, setelah kurang lebih 7 bulan turut mengelola Arema Indonesia. Sedangkan wacana merger dengan Persema kami membenarkan muncul jauh sebelum pengelolan di serahkan ke Konsorsium pada Agustus 2009. Jadi, faktanya bukan muncul setelah Darjoto Setiawan dan Gunadi Handoko mengundurkan diri.

8. Informasi sangat tidak berimbang, karena tidak ada konfirmasi ke Manajemen PT Arema Indonesia, selayaknya informasi kendati didapat dari narasumber yang enggan disebutkan jati dirinya, tetap ada konfirmasi kepada pihak resmi Manajemen PT Arema Indonesia, informasi itu tidak benar. PT Arema Indonesia murni  menjalin kerjasama sponsorship dengan Perumahan Ijen Nirwana Residence, kerjasama di teken sekaligus launching sponsorship pada 14 Nopember 2010, nilai kerjasama total Rp 4,5 miliar.

9. Hubungan PT Arema Indonesia dengan Ijen Nirwana Residence murni kerjasama sponsorship. PT Arema Indonesia memberikan kompensasi atau benefit yang layak sebagai media promosi pihak Ijen Nirwana Residence.

10.  Tidak ada konfirmasi resmi ke Departemen Keuangan PT Arema Indonesia terkait informasi tersebut. Tidak benar, sistem keuangan yang ditulis Tempo, sebab PT Arema Indonesia sudah menggunakan sistem keuangan yang memiliki akuntabilitas yang menunjang. Dalam pemberitaan, tidak disampaikan indikator bukti sebuah laporan keuangan, hanya didasarkan dari laporan keuangan menggunakan program Microsoft Excel, jadi data indikator Laporan Keuangan berdasarkan sistem akuntansi yang ditulis Tempo masih sangat dangkal.

Demikian surat klarifikasi ini kami sampaikan. Besar harapan kami, dapat diambil pelajaran berharga dari pemberitaan tentang kami ini. Kami menyadari pula bahwa kami juga pernah khilaf, namun lebih bijaksana bila khilaf itu diperbaiki dengan belajar dan terus belajar. Kami sangat terbuka dengan kritik, saran dan masukan. Kedepan kami juga berharap, agar Tempo sebagai media yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari para pembacanya atas berita yang disajikan, juga membekali dan belajar awak redaksinya dengan memberikan pemahaman teknis sepak bola, agar mampu menilai setiap pertandingan murni dari sisi teknisnya, agar mampu memberikan apresiasi atau penghargaan atas kerja keras awak tim sepak bola, bukan menyajikan fitnah atau berita tidak benar, apalagi menyangkut teknis sepakbola.  Arema Indonesia menjadi klub yang sejak awal dibangun dengan kemandirian, karena itu kita merasa masih ingin terus belajar agar menjadi modern dan profesional.

Sabtu, 29 Januari 2011
Salam Satu Jiwa, Arema Indonesia

Sudarmaji, Media Officer PT Arema Indonesia


Sudarmaji
Media Officer Arema Indonesia
Email :
mediaofficerarema@yahoo.com
mediaofficer@aremafc.com

Office :
Arema Indonesia FC
Sultan Agung 9 Malang
East Java – Indonesia
Tlp . +62 341 358 462
+62 341 358 444
www.aremafc.com

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

21 Responses

  1. Joko Arema Pinggirkalilesti says:

    ALHAMDULILLAAH…

    Semoga SURAT KLARIFIKASI RESMI PIHAK AIFC ini dimuat Majalah Tempo pada edisi berikutnya.
    Dan saya rasa ini harus DIMUAT UTUH demi memenuhi azas PEMBERITAAN YANG BERIMBANG.

    Semoga!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. fitriarema says:

    arema harus complaine k tempo kalo pemberitaannya gak bener, harus protes keras!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. agung y. safii says:

    Terima kasih Tempo atas klarifikasinya.
    Untuk meluruskan segala tulisan jurnalis anda,maka sudah menjadi kewajiban anda memuat hasil klarifikasi tsb secara utuh untuk diketahui masyarakat luas.

    -AREMANIA KUPANG NTT-

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. rasya says:

    PROTES KERAS!!!! Tempo harus klarifikasi, kalau tidak Aremania sendiri yg akan berbondong-bondong ke redaksi Tempo!!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • Kus says:

      nah, komen aremania yg koyok ngene yg nggarai cittra aremania gampang rusak. ngamuk2 monggo sam. tp mbok ojo cuman ngebacot tok. otake dipakai sam. sing sabar sik. blm tentu Tempoe salah kabeh. iku majalh sing umure wis bangkotan dgn reputasi tinggi. Tempo sih pasti ora wedi didemo. ayas yakni, kalo ndelok karaktere Tempo, pasti surate dimuat. lha wong dibredel ae diae wani. kalau didemo lha iso2 mlh citra Aremania yg tambah ancur. suporter liyone keplok2. ngerti tah? ojo asal pokoke.

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  5. zellion says:

    kepetok mas dayat ndek landungsari, gak nggawe duwek rakyat iso berprestasi

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Eirp says:

    Iyo rek aq kaet sadar lek aq terlalu “mendewakan” majalah tempo,tempo buatan manusia,manusia tempat salah & lupa..terkait komentar q dartikel brjudul “antara tempo – arema – politik” sepurane yo rek?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. roman says:

    Wah.. Gmn nih tempo? Kok bsa bikin brita ga bener kaya gini.. Padahal setahu saya tempo adalah majalah yg paling top di indonesia. Selalu menghadirkan berita berdasar fakta, dan mengkaji berita yg di dapat dengan cerdas. Tidak seperti ini. Ini bukan tempo. Saya telah membaca berita yang dimuat majalah tempo secara lengkap. Dan jujur, memang berita yg dibuat terlalu memojokkan arema, tidak berimbang, dan sepertinya bukan ditulis oleh wartawan yg mengerti bola. saya bicara bukan sebagai aremania sya berbicara sbg warga indonesia biasa,

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • Kus says:

      lha iki komen yg apik lan enak dilihat. gak asal bengakbengok koyok kodok. aremania sejati itu nganggo otak.

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  8. andy says:

    Harus protes keras ke koran tempo ker..!!! 😈

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • Kus says:

      Your commentnah, komen aremania yg koyok ngene yg nggarai cittra aremania gampang rusak. ngamuk2 monggo sam. tp mbok ojo cuman ngebacot tok. otake dipakai sam. sing sabar sik. blm tentu Tempoe salah kabeh. iku majalh sing umure wis bangkotan dgn reputasi tinggi. Tempo sih pasti ora wedi didemo. ayas yakni, kalo ndelok karaktere Tempo, pasti surate dimuat. lha wong dibredel ae diae wani. kalau didemo lha iso2 mlh citra Aremania yg tambah ancur. suporter liyone keplok2. ngerti tah? ojo asal pokoke.

      10 i

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Manchyt says:

    Semakin terlihat siapa sapi perah PSSInya Nurdin, qt tunggu kabar dr Sriwijaya FC.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. apakah ada klarifikasi kalau arema dibiayai oleh bakrie pengusaha kapitalis yang membuat sengsara warga lapindo?? shame on you!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • paklek_uning says:

      kalau tidak mau gentle mencantumkan identitas lebih baik tidak usah memasukkan link kami sendiri mas.

      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VN:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Mochamat Yulianto says:

    Tempo bukanny sponsor LPI jg y?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. janu ilalang says:

    semakin tinggi pohon semakin deras angin mendera…tak cukup topskor tahun lalu dan berakhir dengan perminta maaf an..kini tempo mengulang cerita dusta dan fitnah..hanya sekedar menaikkan oplah atau tempo sudah kehabisan wacana cemerlang atau juga karena pesan sponsor lain..tim besar tidak runtuh oleh fitnah dan dusta..maju terus arema indonesia

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. andy says:

    ❗ arema harus complaine k tempo kalo pemberitaannya gak bener, harus protes keras

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. ppreyppsalsa says:

    Jes………kalo gak nulis yg kontroversial spt itu, Tempo gak laku. Bayangkan 30 ribu orang beli majalah Tempo edisi 24 – 30 Jan 2011. Lumayan kan lakunya.
    BTW 30 ribu bilangan yg sesuai dg kapasitas Kanjuruhan.
    Langkah yg tepat adalah dg mengirimkan surat keberatan spt yg sdh dilakukan oleh media officer AIFC dan salah satu rekan Aremania.

    Note : Kate nyanyi, nari, n bengok2 ndik stadion ae cek angele. Masyaallah…. kebangeten pancene Indonesia iki.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. nophie says:

    arema magnet buat sapa aja, yang positive alhamdulillah yang negative pergilah ke neraka, TEMPO smg di ampuni oleh Tuhan. Amin Amin.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  16. nahoze says:

    Lepas dari benar salah, by the way kalau LSI dikelola seperti LPI, maka Arema akan menuju ke keuntungan.

    Hanya kota Malang yang toko merchandise nya dimana-mana.

    Dan brand Arema ada di produk apapun. Dari kaos sampe sandal. Hebat Arema.

    Salam satu jiwa dari Jakarta – sli kelahiran Malang.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  1. 29 January 2011

    […] Senayan Previous Post Next Post […]

Leave a Reply