Save Our Soccer, Gerakan Revolusi PSSI yang kurang membumi

Aksi Save Our Soccer di Bundaran HI (20-2-2011_

Jakarta sebagai  Ibukota, Pusat magnet pusaran kekuasaan dan kekuatan massa yang diidentikkan dengan intelektual. Sebagai Ibukota negara, segala pusat pemerintahan dan pemberitaan terpusat di kota ini. Oleh karena itu, Jakarta adalah tempat yang tepat sebagai pusat sekaligus tempat untuk memulai sebuah gerakan. Dengan dukungan media yang mayoritas juga terpusat di kota ini, akan membuka ruang untuk pengopinian publik terhadap gerakan yang dilakukan.
Buruknya prestasi Tim Nasional Sepakbola Indonesia sejak lebih dari satu dasawarsa terakhir menimbulkan kegerahan bagi masyarakat bola nasional atau yang setidaknya mengatasnamakan masyarakat bola nasional. Sedikit harapan yang timbul ketika gelaran Piala AFF 2010 (dulu piala Tiger) yang berlangsung di Jakarta akhir tahun lalu pupus ketika di partai Final Tim Nasional Indonesia di kandaskan oleh musuh bebuyutan negara tetengga Malaysia.
Berbagai analisa penyebab kekalahan tersebut muncul, hingga beredar surat kaleng yang tersebar melalui berbagai media tentang adanya dugaan isu suap yang berlangsung pada pertandingan final tersebut. Munculnya berbagai isu tersebut adalah wujud dari kekecewaan masyarakat terhadap buruknya prestasi Sepakbola kita. Dan kekecewaan tersebut dilampiaskan terhadap buruknya kepengurusan federasi sepakbola nasional (PSSI) yang dipimpin oleh ketua umum yang menurut sebagian masyarakat cacat secara statua FIFA sebagai induk seluruh federasi sepakbola di dunia.

Kekecewaan tersebut juga berasal dari buruknya kualitas liga yang diindikasikan penuh dengan intrik, pengaturan skor, dan jual beli kemenangan sebagaimana yang pernah diangkat melalui jejaring sosial twitter oleh @sigit_wido.

Buntut dan akumulasi kekecewaan tersebut adalah munculnya liga tandingan yang dikenal dengan Liga Primer Indonesia (LPI) yang dicetuskan oleh Arifin Panigoro yang sejak 4 (empat) tahun terakhir banyak berkiprah di Liga Remaja melalui Grup Perusahaannya Medco. LPI sendiri sebagian besar dihuni oleh team-team yang baru terbentuk. Disamping itu, pencetus LPI juga mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI yang akan menggelar Kongres bulan depan yang dijadwalkan di Bali, disamping itu, muncul pula calon lain yaitu Jenderal Goerge Toisutta yang selama ini berposisi sebagai pembina Persatuan Sepakbola Angkatan Darat (PSAD). Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh team verifikasi calon Ketua Umum PSSI, team menyatakan bahwa hanya Nurdin Halid (Ketua Umum Sekarang) dan Nirwan Bakrie (Wakil Ketua Umum) sebagai calon yang sah, sedangkan Arifin Panigoro dan Goerge Toisutta tidak lolos verifikasi.
Spontanitas Gerakan ‘Save Our Soccer’ didengungkan dan disebarkan secara digital melalui facebook , twitter , BBm dan semua aktifitas sosial media pun tak luput dari undangan dan Propaganda Ketidakpuasan atas Hasil Verifikasi Calon Ketua Umum PSSI yang akhirnya muncullah gerakan ‘SAVE OUR SOCCER’ “Use your Red or White Jersey to Join in Bunderan HI 10.00 AM , Sunday 20 Februari 2011.

Aremania bukan Komunitas yang hanya berteriak di Dunia Maya

Gerakan Revolusi PSSI menjadi besar sejak beberapa saat terakhir, meskipun sejatinya gerakan ini sudah ada sejak 3 tahun terakhir yang di motori oleh Aremania yang kala itu banyak dikecewakan oleh PSSI diantaranya dengan tidak didaftarkannya Arema Indonesia (dulu Arema Malang) pada laga Liga Champian Asia (LCA) oleh Badan Liga Indonesia (kala itu), dan hukuman yang dianggap berlebihan terhadap Aremania akibat kerusuhan yang terjadi di Kediri.
Saya datang pada aksi 20 Februari 2011 sebagai suporter yang tergerak menyaksikan dan bergabung dalam aksi yang berjargon ‘ Buktikan kalo tidak cuma berkicau di dunia maya’ dan Juga Sebagai seorang Aremania ingin melihat sampai segimanakah Suara #revolusiPSSI #KORUPSSI mampu didengungkan dan diteriakkan dalam sebuah aksi solidaritas SAVE OUR SOCCER.

saya menanyakan kepada beberapa person tersebut berasal dari Korwil/Komunitas mana spontan dijawab dari “Arema Senayan”, mungkin saya atau mereka yang jarang berkumpul, tapi yang saya tahu bahwa wajah-wajah mereka adalah wajah-wajah yang asing bagi saya

Meskipun sebelumnya Arema Indonesia dan Aremania di tuding oleh berbagai pihak dan dikuatkan oleh beberapa media sebagai kelompok yang Pro Status QUO PSSI, namun dari pengamatan dilapangan justru yang terlihat adalah lambang kebesaran Arema Indonesia dan Aremania yang paling banyak dibentangkan, dan ketika saya menanyakan kepada beberapa person tersebut berasal dari Korwil/Komunitas mana spontan dijawab dari “Arema Senayan”, mungkin saya atau mereka yang jarang berkumpul, tapi yang saya tahu bahwa wajah-wajah mereka adalah wajah-wajah yang asing bagi saya.
AREMANIA masih belum padam luka karena artikel #KORUPSSI majalah tempo dan tanggapan serta penggiringan opini publik yang mencap AREMA dan AREMANIA Pro Status QUO PSSI lebih parahnya PRO-NURDIN!!!

Awak Media yang begitu banyak melebihi demonstran

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para creator gerakan ini namun ketidaknyamanan dalam aksi ini adalah begitu banyak media yang sudah nongkrong menungu aksi ini yang maaf kalau tidak berkenan , jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah peserta aksi ini.

Salut untuk orasi dari temen-temen Brigadir Merah Putih dan Bang Juned Dari Aliansi Suporter Indonesia tentang harapan #REVOLUSIPSSI serta pressrelease yang sudah disiapkan. Perwakilan dari sobat JAKMANIA lebih mengena dan ditambah humor kang RONALDIKIN. Untuk sebuah langkah konkret akan pertanyaan rekan-rekan terhadap kami yang berkicau di dunia maya maka Tergugurkan pandangan miring tersebut. Arema Senayan hadir memberi dukungan Moral Untuk menegaskan PSSI harus lebih baik dan Lepas Dari Status QUO. Genderang perang yang kami tabuh tentang Bobroknya PSSI sudah dari semenjak AREMA gagal daftar ke LCA!! Yup PSSI BANGSAT adalah trademark itu!!

Aksi salah satu Demonstran, sayang gerakan ini cenderung tidak masif

Namun yang sangat disayangkan adalah gerakan yang terjadi cenderung tidak masif. Ada beberapa hal yang mungkin dilupakan oleh creator gerakan ini, bahwa masyarakat bola adalah masyarakat suporter. Dan berbicara Jakarta, masyarakat suporter Jakarta mayoritas adalah pendukung Persija Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Jakmania. Pendekatan terhadap simpul-simpul massa suporter perlu dilakukan oleh semua pihak bukannya justru menjatuhkan komunitas suporter tersebut melalui berbagai media. Jakmania yang selama ini berhubungan erat dan sangat baik dengan Aremania tentunya akan merasa kecewa ketika saudaranya dihakimi tanpa ada perlawanan dan klarifikasi terlebih dahulu oleh creator gerakan ini melalui media. Kedepan, para creator gerakan ini harus lebih bisa mengambil hati seluruh kelompok suporter tanpa kecuali, dan melakukan pengopinian dengan melakukan pendekatan kepada simpul2 massa yang ada, bukan hanya melalui jejaring sosial saja.
Untuk save our soccer , media akan lebih banyak menyuarakan dan berharap semua akan terus berjalan pada spontanitas dan Kecintaan pada sepakbola tanpa ada campur tangan pihak ketiga yang mengatasnamakan senioritas komunal memimpin dan merepresentasikan suara suporter Indonesia secara sepihak karena kita tidak ingin menjadi seperti Anggota Dewan Yang Terhormat Bukan?
Supporter Indonesia bukan milik Kelompok Ibukota dalam Penyuaraan dan Perwakilan!! SPONTANITAS dan KECINTAAN adalah Keluhuran suporter.

———-

Oleh : Rendra Kurniawan
Editor : @paklek_uning

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

You may also like...

5 Responses

  1. Bro Fahroe says:

    sangarr

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. rendra says:

    Tetap cerdas dan berimbang dalam mendukung dan menyuarakan protes ketidakadilan di sepakbola. NURDIN turun!!ingat itulah tujuan utama, reformasi PSSI dan restrukturisasi darah baru adalah harapan selanjutnya..tetap jaga kepak sayap garuda kita nawak! Sasaji

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. ppreyppsalsa says:

    Kurang sosialisasi mas. Benar spt kata sampeyan, besok2 kalo buat gerakan spt inisang creator harus menjalin komunikasi dg rekan2 supporter yg lain, plus ikut moment2 yg sdh pasti spt “car free day”.

    Jika upaya menggulingkan NH jg tdk berhasil, sdhlah….ikut LPI saja atau ikut dukung KONI Jabar membuat PSSI tandingan.
    Apa yg salah sih dg LPI ?

    BTW kalo pengurus PSSI terlibat kasus hukum (baca : eks napi) memangnya FIFA mengakui keabsahan PSSI ?

    Sompret…benar yg dikatakan orang di TV : pasti ada sebuah kue yg besar shg NH masih tetap ingin duduk di PSSI. Uang besar hasil dr judi………..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Qum2 says:

    Waspada..!!!!!
    adu domba antar kelompok suporter sudah mulai dilakukan oleh Elit2 (PSSI??!!!), muncul isu suporter bayaran dan mobilisasi masa tandingan. usul saya utk saudara2 Jakmania tolong koordinir anggota Jakmania dan berkoordinasi dengan kawan2 suporter lain yg datang ke jakarta. Agar lebih bisa mengeliminir simpul2 konflik.

    Selamat Berjuang..!!!
    Revolusi Harga Mati
    KITA BERANI KARENA BERNURANI

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Alya says:

    Ayo majukan sepak bolakita.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply