Save Arema Sekarang Juga (Branding Aremania)

Ratusan Ribu Aremania yang turun ke Jalan merayakan Gelar Juara ISL 2009-2010 (Sumber : Antarafoto)

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap berita yang menyangkut tentang Arema Indonesia dan suporter pendukungnya Aremania selalu menjadi trending topics. Lihat saja setiap media yang memberitakan tentang Arema selalu dibanjiri dengan komen yang begitu banyak. Coba simak pula di Social Media Network, baik itu di Facebook maupun Twitter, begitu banyak akun yang mengatasnamakan sebagai Aremania, baik itu secara pribadi maupun komunitas. Dan lihat pula bagaimana di hampir seluruh pelosok negeri ini selalu terdapat komunitas Aremania, Sebut saja Aremania NAD, Aremania Padang, Aremania Pekanbaru, Aremania Bontang, dan masih banyak lagi. Hal ini sesuai dengan slogan Aremania yaitu “Tidak Kemana-mana ada dimana-mana.”

Melihat jumlah dan sebaran Aremania yang luar biasa besar ini tentunya menjadi segmen pasar yang amat sangat potensial jika bisa dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan dan strategi marketing yang baik, dukungan Aremania di setiap laga kandang yang pada musim lalu mencapai rerata sekitar 25ribu orang setiap pertandingan tentunya juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak sponsor.

Namun, sungguh disayangkan hal tersebut berbanding terbalik dengan kinerja keuangan PT. Arema Indonesia. Sejak berdiri pada 11 Agustus 1987 hingga saat ini menjadi hal yang rutin dan lumrah Arema Indonesia selalu dihadapkan pada kendala keuangan. Meskipun setiap kali timbul krisis finansial, pada saat itu pula selalu muncul gerakan Save Arema, namun gerakan yang dilakukan selama ini hanya bersifat reaksioner dan belum bisa memberikan solusi jangka panjang.

Beberapa saat terakhir di dunia maya, bergulir wacana yang cukup menyejukkan. Mengadopsi dari beberapa club besar di Liga Eropa dan bahkan sudah menjadi system di Liga Jerman (Bundesliga), wacana ini mengkampanyekan kepemilikan club oleh publik, yang dalam hal ini adalah Aremania. Berbagai wacana pendukung telah digulirkan baik melalui website http://www.satubola.org maupun berbagai kultwit yang digelontorkan oleh http://twitter.com/#!/SatuBola. Wacana yang digulirkan ini bertentangan dengan wacana yang umum beredar tentang industrialisasi sepakbola yang mengacu pada kepemilikan modal oleh investor atau layak disebut dengan kapitalisasi sepakbola. Alasan utama yang diberikan adalah karena konsep kapitalisasi sepakbola yang sudah lama berkembang di Eropa mengalami kegagalan dengan jatuhnya beberapa club besar di Eropa karena keberpihakan Finansial selalu berpihak pada Pemilik Modal (Kapital) dan bukan pada club itu sendiri, apalagi supporter.

Kembali kepada Arema Indonesia, club lokal berasal dari Malang yang memiliki jumlah pendukung yang sangat besar dan bukan hanya warga asli dari Malang Raya, namun juga banyak yang bahkan sama sekali belum pernah berkunjung ke Malang, namun bangga beridentas sebagai Aremania serta dengan sebaran yang tersebar di berbagai daerah ini memang memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menjadi pilot project dari penerapan kepemilikan club oleh Supporter.

Untuk menerapkan wacana tersebut tentunya bukanlah hal mudah dan bakal menemui banyak tantangan.Terlebih lagi dengan adanya issue rencana penjualan Arema Indonesia sebagaimana yang dilansir oleh detik.com. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi Aremania apakah pemilik baru nantinya akan dengan sepenuh hati dalam memiliki dan mengelola Arema Indonesia. Perlu diketahui, sebelumnya Arema Indonesia pernah dimiliki oleh Bentoel, sebuah perusahaan rokok di Kabupaten Malang, namun karena adanya transisi manajemen di PT. Bentoel menyebabkan Arema Indonesia dilepaskan ole PT. Bentoel dan dikembalikan kepada Yayasan. Aremania tentunya tidak menginginkan hal ini terulang kembali. Dan cara yang paling mungkin adalah dengan Aremania mengambil alih Kepemilikan Arema Indonesia sebagimana yang diwacanakan oleh Satu Bola.

Oleh karena itu, ditengah kondisi krisis finansial, perlu dilakukan cara-cara dan penanganan cepat dan taktis. Potensi Market Aremania tentunya menjadi satu tawaran yang sangat menggiurkan bagi pihak sponsor. Bayangkan saja, jika dari kapasitas Stadion Kanjuruhan sebesar 35.000 orang, 10.000 suporternya saja, mengenakan kaos yang terpasang logo beberapa sponsor, tentunya pihak sponsor akan berlomba-lomba untuk memasang logo yang nantinya akan tersebar ke 10.000 titik berbeda di Malang Raya dan akan disaksikan oleh lebih banyak orang lagi. Bandingkan dengan memasang iklan di Televisi pada jam Prime Time yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah perdetik, namun kecenderungan pemirsa untuk mengganti tayangan pada saat jeda iklan memperkecil potensi iklan tersebut untuk disaksikan banyak orang. Dengan perbandingan tersebut, tentunya pemasangan logo sponsor secara massal dan menyebar ke seluruh penjuru kota akan memiliki dampak penyebaran pesan produk yang lebih besar.

Namun, dengan keterbatasan akses informasi dan sosialisasi, untuk bisa mewujudkan hal ini tentunya butuh dukungan semua pihak. Termasuk Manajemen dan Aremania itu sendiri. Sosialisasi dan kampanye terhadap program ini diperlukan seluas-luasnya dan sebaik-baiknya agar tidak terjadi salah persepsi. Sedangkan teknis pelaksanaan dan pengawasannya juga harus diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Mengingat, program ini melibatkan Aremania dalam jumlah besar, maka transparansi dari program ini juga harus tetap terjaga dan dipublikasikan secara massal.

Apakah program ini bisa terlaksana ataukah hanya sekadar mimpi? Hanya Aremania yang mampu menjawab. Salam Satu Jiwa (lek).

 

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Save Arema Sekarang Juga (Branding Aremania), 10.0 out of 10 based on 1 rating

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

42 Responses

  1. Exo_arsen11 says:

    monggo dilaksanaken….salam satu jiwa real opo sekedar slogan…????

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Sebaiknya “definisi” penjualan Arema yang saat ini sedang bergulir juga perlu di perjelas, karena saya yakin belum semua Aremania satu pemahamanan (termasuk saya), terutama soal status “pembeli”.

    Wacana yang ditawarkan
    @SatuBola:twitter
    semoga bisa direalisasikan secepat mungkin (red: pada musim kompetisi selanjutnya)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply