24 Tahun Arema, indahnya berbagi

Sebagian nawak2 yang hadir pada Acara 24 Tahun Arema

Sebagian nawak2 yang hadir pada Acara 24 Tahun Arema

Perjalanan Arema Indonesia hingga di Usianya yang ke-24 bagi sebagian klub lain di Indonesia tentunya masih terbilang muda. Sebagian klub di Indonesia sudah lahir lebih dulu sebelum masa kemerdekaan, sedangkan Arema Indonesia (dulu Arema Malang) “baru” lahir pada 11 Agustus 1987. Namun, 24 tahun perjalanan Arema Indonesia bukanlah 24 tahun yang mudah. Memulai sebagai klub yang sudah mandiri tanpa menyusu kepada APBD Arema Indonesia mengawali kiprahnya pada Liga Galatama yang mempertemukan klub-klub swasta disamping liga lain yang mempertemukan klub-klub APBD yang lebih dikenal dengan liga Perserikatan.

Bersama dengan klub-klub yang mayoritas dimiliki oleh perusahaan besar dengan latar belakang dana yang cukup kuat seperti Semen Padang, Warna Agung, ASGS, dll, Arema Malang (saat itu) adalah satu dari sedikit klub yang tidak dimiliki oleh perusahaan besar dengan dana yang kuat. Bermodalkan kemandirian, antusiasme suporter, dan pemasukan dari sektor bisnis lainnya, hingga liga Galatama di gabung dengan perserikatan dan berada dalam satu liga yang lebih dari 90% dihuni oleh klub berlatar belakang APBD, Arema Indonesia mampu bertahan, bahkan mampu mencetak prestasi gemilang.

Memperingati 24 tahun kelahiran Arema Indonesia, nawak-nawak Arema Senayan tidak melupakan jasa pendiri Arema yang salah satunya adalah Mayjen (Purn) Alm. Ebes Acub Zaenal. Makam salah satu pendiri utama tersebut yang kebetulan berada di TMP Kalibata Jakarta Timur menjadi ritual tahunan nawak-nawak Arema Senayan dalam memperingati kelahiran Arema Indonesia. Prosesi tabur bunga dan do’a bersama adalah wujud bahwa kami tidak pernah dan tidak akan melupakan jasa pendiri. Tidak akan ada Arema Indonesia tanpa pendiri.

11 Agustus 2011 yang kebetulan jatuh pada bulan suci Ramadhan juga menggugah nawak-nawak untuk memperingati Ulang Tahun Arema Indonesia tanpa ada hingar bingar, tanpa ada pesta pora, namun diisi dengan berbagi. Sekitar 300 Box nasi dan lauknya dipersiapkan nawak-nawak untuk dibagi dengan Anak Jalanan dan pengguna jalan lain seperti sopir angkot, sopir taxi, pemulung, dll yang lalu lalang di sekitar TMP Kalibata. Berikut adalah beberapa rekaman kamera sam Jarot dan sam Arjun memotret nawak-nawak Arema Senayan memperingati HUT Ke 24 Arema Indonesia.

 

Prosesi Tabur Bunga ke Makam Pendiri

Berdo'a bersama untuk Arema yang lebih baik.

Nasi Box yang siap di bagikan

 

Distribusi Nasi Box kepada Pemulung

Berbuka dan Bercanda bersama Anak Jalanan

Distirbusi Tabloid Forza Arema Edisi Perdana

Kue Tart, kejutan dari salah seorang Nawak..

Prosesi Pemotongan Kue Tart

Ada tawa di 24 Tahun Arema

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

Paklek Uning

host cindai. wkakakakaka....

You may also like...

1 Response

  1. Makinov09 says:

    Jannnn Muantheb’ek rek…. Tamanges lop…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply