Tentang Bola

Karya : Yohanes Sugianto  seorang jurnalis sepakbola

Di Stadion Klabat

ilalang yang membayang di sudut sana
masih menyimpan akar kenangan
tentang kalah dan menang
sebelum tenggelam dalam remang

ia berjalan sendiri menghitung tapak kaki
yang pernah dilalui seribu petarung
saat memainkan gerak dan mengoper bola

di tengah lapangan ada yang terkapar
di tengah gembiar ada lawan yang menggelepar

waktu adalah lapangan hijau
dengan rumput, sudut dan teriakan
tapi selalu berujung pada papan angka

Ia menendang bola kembali
sendiri melawan sepi

manado, 2011

BOLA PUISI
Di negeri penyair, berkata-kata itu seperti bermain sepak bola
Kata-kata dioper dan digiring menjadi kalimat
Kalimat ditendang menjadi bait
Dan bait dilesakkan ke dalam gawang jiwa menjadi puisi
Dikirim ke media atau dibiarkan dibaca sepi

Di negeri sepak bola, pemimpinnya pandai memainkan kata-kata
Kadang dalam formasi empat tiga tiga
Kadang memakai empat empat dua
Penonton dan pengamat tak mengerti organisasi, katanya
Sambil menyembah fifa yang lebih dari raja
Dan mengenakan jubah atas nama peraturan kerajaan entah

Suatu ketika penyair bertandang ke negeri sepak bola
Ia hanya tahan sehari saja
Bergegas ia ke stasiun memesan tiket kereta malam
Sambil memberitahu isterinya yang sedang menimang puisi
“bu, aku pulang saja, di sini puisi ditendang bola
Hingga pecah kaca jendela sebuah penjara”

Penyair itu tak mau menjadi seperti kaca
Retak dan berkeping hingga terluka
“menelusuri lorong puisi saja sudah berdarah-darah”, katanya
Sambil menatap malam dari kaca kereta

Sejak itu penyair tak mau lagi bermain bola
Dan menjaga ketat setiap puisinya

Pagi, 2011

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)

ArSen

AreMa Senayan

You may also like...

Leave a Reply