Arema Senayan sebagai Skripsi

ABSTRAK

Sayang Agnietia, Komunitas Suporter Sebagai Arena Sosio Edukasi Good Supporter: Studi Komunitas Suporter Arema Senayan. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mencoba memahami sisi positif suporter yang selalu diidentikan dengan kekerasan. Salah satunya adalah kemunculan komunitas Arema Senayan yang secara perlahan bergerak mengubah paradigma tersebut. Lebih lanjut, penelitian inipun ingin melihat bagaimana proses pembelajaran menuju good supporter dalam komunitas Arema Senayan dan adanya pengaruh aspek kultural dalam pembelajaran tersebut.  Sampai pada akhirnya penelitian ini juga ingin melihat bagaimana proses keadaban suporter secara menyeluruh.

Penelitian ini merupakan suatu studi yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap kelompok suporter Aremania dan suporter Indonesia pada umumnya, serta komunitas Arema Senayan pada khususnya. Subjek penelitian ini dua orang yang dituakan dalam komunitas Arema Senayan dan dua orang anggota Arema Senayan. Dan sebagai informan kunci adalah satu orang pendiri Arema Indonesia serta satu orang wartawan. Selain itu, peneliti juga mewawancarai beberapa suporter Aremania yang bukan anggota Arema Senayan dan bukan Aremania.

Hasil analisis atas temuan di lapangan mengatakan bahwa sekalipun konsekuensi sebagai suporter untuk terlibat dalam kekerasan masih ada, namun terdapat sekelompok suporter yang bergerak perlahan meminimalisir karakter kehidupan suporter tersebut. Mereka melakukan sejumlah pembelajaran melalui kegiatan-kegiatan positif yang memberikan pengalaman edukatif bagi individu di dalamnya. Pembelajaran dimulai dari kemapanan pondasi sosial dan ekonomi komunitas Arema Senayan. Mereka adalah kumpulan individu yang mayoritas orang dewasa dan berada pada kelas sosial menengah atas. Hal ini mempermudah proses pembelajaran suporter yang ada. Pembelajaran tersebut melalui interaksi, pemaknaan simbol serta penanaman nilai-nilai normatif. Mereka juga berkonformitas dengan aturan masyarakat. Sebagai Aremania, kehidupan suporter mereka akrab dengan faktor kultural, maka pembelajaran mereka pun melibatkan aspek kultural. Dalam hal ini adalah nilai-nilai kejawaan karena induk dan mayoritas Aremania berasal dari Malang, Jawa Timur. Arema Senayan pun sebagai bagian dari Aremania merekonstruksi nilai kultural tersebut ke dalam interaksi dan hubungan sosial komunitasnya. Mereka membiarkan individu belajar dengan individu lainnya, mereka belajar melalui pengalaman yang mereka ciptakan sendiri dan masyarakat berikan, mereka juga menciptakan pondasi moralitas untuk mereka anut bersama dan menyosialisasikan keadaban yang dimiliki pada kelompok suporter lainnya melalui persahabatan antar suporter. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, teori yang menguatkan hasil temuan lapangan adalah teori pembelajaran sosial dan pengaruh sikap terhadap tingkah laku. Teori ini berada dalam ranah psikologi sosial. Sementara untuk teori yang lebih sosiologis adalah pendidikan moral milik Emile Durkheim dan teori keadaban Norbert Elias.

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Arema Senayan sebagai Skripsi, 10.0 out of 10 based on 1 rating

You may also like...

5 Responses

  1. Nuha Lin says:

    keberadaan supporter mencirikan kultur budaya, saya mencontohkan 2 supporter Aremania dan The Jack (pernah tinggal d malang dan jakarta). setau saya kultur budaya di malang sangat berbeda dengan jakarta. Kedewasaan Aremania terbentuk dari jiwa-jiwa masa kecil yang mendarah daging hingga tua terbukti dengan hadirnya aremania baik tua, muda, anak-anak, ibu-ibu, maupun para gadis yang selalu hadir di stadion untuk mendukung arema. Berbeda dengan the jack yang saat ini di dominasi oleh para ababil (ABG labil) yang masih memntingkan ego darah muda sehingga rawan untuk terjadi gesekan atau tawuran, belum lagi sikap ugal-ugalan di jalan (naek di atap metromini), dan masuk stadion gratisan atau menunggu pintu jebol. Mungkin sikap tersebut membuat kalangan sedikit antipati dengan (maaf) the jack. Semoga semua menjadi pembelajaran bagi kita semua, Amin

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. AremaSenayan says:

    Arema Senayan sebagai Bagian Suporter tidak Mengenal Kelas Sosial…RESFATO..!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  3. Dkamsay says:

    woooww….memang kali dikaji secara ilmiah akan terjawab bagaimana integritas dan jatidiri aremania akan terjawab, sebagai komunitas supporter yang jauh dari anarki dan mengedepankan kreatifitas

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. CDMA says:

    kami tidak membedakan kelas sosial,mau bergabung dengan segala kondisi dan statussosial  apapun,kami terima..kecuali maling,perampok,pencopet :) dan satu lagi..kami tidak mencari penghidupan dari AREMA,kami hidup untuk AREMA..ResFaTo..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Exo arsen says:

    Suporter adalah kelas tersendiri yg tidak pernah membedakan Status sosial…..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply