Aremania Aremanita di Moscow

Belajar jauh ke negeri orang bagi Aremania dan Aremanita bukan suatu masalah dan bukan suatu kendala untuk tetap bangga akan identitas sebagai pecinta Arema.

Dengan rentang jarak Jakarta menuju Moscow 9278.4 km dan di lintasi kurang lebih 12 jam perjalananan udara tentunya memerlukan penyesuaian suhu dan kondisi yang prima.

Bagi Yunita Umniyati aka Nyit Nyit yang kental dengan idiom ” Arema tidak kemana mana tapi ada di mana mana ” ,maka hidup di negeri beruang merah tetap cinta akan Arema dan sepakbola.

Kadang di waktu senggangnya Aremanita ini menyempatkan diri menonton pertandingan pertandingan tim Liga Primier Rusia yang sangat mendebarkan dan penuh Rivalitas tinggi seperti pertandingan yang mempertemukan Derby Moscow antara Spartak dan CSKA .

Seperti Yuanita sampaikan kepada Aremasenayan.crew,”Bahwa aura rivalitas tinggi sudah hembuskan suporter kedua tim mulai keluar pintu rumah sampai stadion dan pulang kembali kerumah lagi,seperti terus bernyanyi dan meneriakkan yel yel untuk tim pujaan dan umpatan buat tim lawan baik di temui di Subway maupun di tempat tempat lain.”

 

Berikut gambar gambar dari Moscow yang di unggah lewat kamera ponsel Aremanita yang gemar ber olah raga menembak beberapa bulan lalu untuk Aremasenayan.

Aremania di depan Stadion Luzhniki

Sang Aremanita dan Atributnya

Red Square Moscow

Pengamanan ke4  ketat sebelum masuk stadion

Pengamanan san sweeping yang ketat di seluruh bangku penonton

Papan Elektronik  lebar dan himbuan tentang Persatuan dan Anti Rasis  yang terus di galakkan

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Aremania Aremanita di Moscow, 8.0 out of 10 based on 2 ratings

ArSen

AreMa Senayan

You may also like...

5 Responses

  1. Alie Blue Ones says:

    copas yo sam

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • Pakdhe says:

       monggo sam ali

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  2. konon Stadion Design dan konstruksi stadion Senayan mengadopsi dari Stadion Luzhinki. Senayan yang dibuka pada 1962 ini mengawali kisahnya ketika pada 1956 sang Proklamator berkunjung ke Sovyet dan sempat menengok stadion Luzhinki, ketika pulang beliau ingin membangun stadion yang mirip dengan Luzhinki, dan jadilah Senayan. 
    Namun seiring perkembangan, masing-masing stadion Luzhinki dan Senayan menyesuaikan dengan pola dan karakter pengelola nya dalam mempercantik diri, menyesuaikan dengan perkembangan saat ini.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Rahkman Ardi says:

    Waaah ono raiku ndek kono… :)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Pakdhe says:

    keren mas rakhman ardi

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply