Catatan dari Bangkinang – Match PSPS vs Arema

Oleh : Hadiyah Hayati

dsc08128Antusias para Aremania dari berbagai kota dan propinsi memberi dukungan tim Singoedan

 

Tim Arema datang lagi  Ya,

Di bulan ini tim Singo Edan datang lagi ke Bhumi Lancang Kuning, untuk menghadapi match vs PSPS pada Selasa 12 Pebruari  2013 di Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Kenapa Kabupaten Kampar? Karena PSPS Pekanbaru sekarang punya investor baru yaitu Bupati Kampar dan home basenya otomatis pindah ke Kampar. Dan sekarang namanya berubah menjadi PSPS Riau Kampar.

Sejak beberapa hari sebelum laga di gelar .Aremania Pekanbaru  melakukan persiapan menyambut kedatangan tim,Acara penyambutan dari Bandara SSK 2 sampai hotel Aryaduta, dan mekanisme keberangkatan supporter.

Menjelang sebelum Kick Off pukul 15.30 wib, Saya sejak pagi sudah menyiapkan segala sesuatu yg diperlukan, termasuk mencharge 2 buah handphone yang akan digunakan live tweet akun @AremaFC. Sialnya pertandingan ini tidak disiarkan oleh stasiun televisi apapun, hanya ada streaming RCB FM oleh seorang  Aremania Pekanbaru yang ada di Stadion.

Otomatis, saya sendirian. Biasanya, kalau  live tweet temen – temen admin  Aremania lainnya akan membantu lewat  siaran televisi, jadi saya cukup posting foto foto  sebanyak- banyak nya.

Lah kali ini, saya hanya berharap semoga sinyal di Bangkinang jauh lebih baik dari sinyal di Kuansing yang jangankan 3G, sinyal biasa aja amblas di dalam stadion.

Rombongan Aremania dibagi 2 kloter, saya dan Cak Lis beserta satu mobil pick up untuk mengangkut peralatan tabuh-menabuh punya Sam Yudi berangkat duluan pukuk 9.00 wib, untuk pengurusan pembelian  tiket. Nawak nawak lainnya  berkumpul di SPBU perbatasan  Rimbo Panjang pukul  12.00 wib selanjtnya  menuju Bangkinang.

Tiba di Bangkinang saya terpana saat melihat Stadion Tuanku Tambusai yang tidak besar dengan kapasitas 8000 orang.

Tribun yang ada hanya barat dan timur, tidak ada tribun utara-selatan. Damn, kayak stadion buat pertandingan gundu. Dan panasnyaaaaaaa….ampun2 dah.

Gersang nan tandus, seperti negaranya om juragan onta di Qatar sana  Muter2 dari loket 50 ribu ke loket 100 ribu sampe migren saking panasnya.

 

Harga tiket ekonomi adalah  Rp 50.000 utk tribun timur, dan Rp 100.000 untuk tribun barat. Mahal? Iya banget. Ini karena mengantisipasi penonton yg membludak, makanya harga tiket dinaikkan segitu rupa.

Tiket yang dicetak menurut panpel adalah 7000 lembar. Dan lucunya adalah, waktu ke loket penjuakan tiket harga Rp 50.000, saat kami bertanya kuota untuk Aremania, dijawab tiket sudah habis.

Beliau memberi jawaban menyebalkan sekali . Dioper ke loket tiket RP 100.000. Waktu kita  menanyakan Ketua Panpel atau PJ soal tiket, anggota LO pada bingung semua.

Akhirnya kami mendatangi kantor Panpel, dan kosong aja disana. Yang ditanya juga mbulet, nggak mengerti mekanisme pemberian alokasi kuota tiket untuk suporter  tim tamu.Terlihat  banget ya panpelnya amatiran.

Udah pada tua tua  pulak. Mbok ya sadar diri kalo baru pertama kali menyelenggarakan pertandingan,Harusnya belajar sama panpel yang  di Pekanbaru, bagaimana tata caranya, mekanismenya, dan antisipasinya.

Sampe pukul 14.00 wib  belum ada kepastian tiket. Akhirnya saya dan Cak Lis menemui Sam Taufan (Official Arema) agar di tembuskan  ke Panpel Pertandingan.

Kita dihubungkan dengan  Pak Andry (LO pemain ),alhamdulillah langsung merespon dan sangat kooperatif. Kita diminta datang lagi ke loket Rp 100.000 and guess what?

Bapak  yang menjawab tiket habis tadi masih megang bundelan tiket RP 50.000 SATU RANSEL  aja dong.

Ini tiket habis dari Hongkong? Padahal kita ambil tiket 300 lembar loh. Thanks to Pak Andry yg sudah memfasilitasi dan memudahkan kita kemarin.

Mungkin trik dari panitia adalah menjual tiket  Rp 100.000 dulu kali ya sampai habis, berikutnya yang Rp 50.000 dikeluarin. In my opinion, ga mungkin habis soalnya.

Tiket baru dijual hari H pertandingan, dan sepanjang hari saya tidak melihat ada antrian di loket Rp 50.000. Jadi mau habis darimana? Kalo habis di calo mungkin masuk akal. Hih!

Anyway, semua udah tau kan skor match kemarin? Iya, kalah 0-1 dari tim tuan rumah. Which is, wajar menurut saya kalo melihat permainan dari Arema yang sangat tidak menarik.

Seperti yang sudah saya tulis di twitter, yang bermain seperti singa cuma Benny Wahyudi, pontang-panting sendirian.

Ridhuan mungkin belum menemukan ritmenya karena cukup lama cedera. Striker di depan useless, karna tidak ada umpan- umpan bagus yang bisa menjebol gawang PSPS.

Bahkan ketika kiper PSPS cedera dan diganti kiper KW2 pun, tidak bisa menghasilkan gol *hammer*. Kecewa sekali bahkan dengan pemain – pemain  kaliber ‘bintang’, Arema tidak bisa meraih poin.

Kalo saya pribadi, kalah-menang sih bukan masalah, walaupun ya tetap berharap Arema menang. Kalo udah di stadion, yang penting adalah ketemu dan beraksi bersama Aremania yang lain.Esensi mensupport  Arema sebenarnya demikian.

Kemarin sekitar 300-an Aremania di Andalas berkumpul bersama. Dari Medan 9 orang, dari Jambi 1 orang, dari Malang 2 orang, dari Lampung juga ada. Aremania Siak 64 orang. Sisanya dari Pekanbaru, Kuansing, Kampar dan lainnya. It’s fun. It’s worth.

Dan walaupun saya sibuk dengan livetweet yg amburadul dan ala kadarnya, saya masih bisa menikmati yel yel  Aremania yang dinyanyikan dengan penuh semangat.

Dan alhamdulillah lagi kemarin pemain beserta official Arema menyempatkan diri menghampiri kami dan memberikan applaus, sekedar menghargai kami-kami ini yang jauh jauh datang untuk mendukung tim Singo Edan berlaga. Kalah-menang sudah biasa. Tapi mbok yao jangan kalah terus,hehehe

Terima kasih khusus buat Pakde Arsen yang menyempatkan diri datang dari Jakarta, dapat tiket pesawat dadakan, dan susah payah ke Bangkinang naik motor sama Ugiek ,

Kelakuane @rendraTEUB, wong tuwek dikongkon ladub adoh2 :p

Buat saya, nonton Arema dimanapun, selalu berkesan. Itulah hiburan bagi kami Aremania Aremanita  ini yang merantau jauh dari Malang. Mengingatkan kami untuk tidak lupa pada tim kebanggaan Singo Edan, mendukung dengan sepenuh hati, dalam kondisi hebat ataupun terpuruk. Mengucapkan “AYAS AREMANIA” dengan bangga di manapun kami berada.

SALAM SATU JIWA, AREMA!

foto foto bisa lihat di http://galauers.wordpress.com/2013/02/14/catatan-dari-bangkinang-match-arema-vs-psps-12-pebruari-2013/

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

You may also like...

Leave a Reply