Aremania Invade Malay

Oleh ; Sam Ageng Ceved Hudin Sol Sunyoto

‘’Invade ‘’adalah satu kata paling tepat  dapat  Ayas rasakan  untuk menggambarkan euphoria di Stadium Majlis Pembandaran Selayang ( MPS ) Malaysia sore itu menjadikan  kenangan yang berkesan untuk pertama kalinya  mendukung Tim Singoedan  di laga tandang  Internasional melawan tuan rumah Selangor FA di Piala AFC 2014 secara langsung.

Ayas tidak mengupas mengenai pertandingan namun lebih banyak perjalanan spiritual (Munggah Kaji jare ). Dari memesan tiket jauh hari setelah mendapat rilis resmi laga tersebut akan digelar 25 Februari 2014 dan lain lain,Alhamdulillah akhirnya mendapat tiket pesawat  Tiger Air rute Jakarta –Kuala Lumpur PP seharga IDR  500 .000,00  meski paspor  belum di tangan.

Dalam benak Ayas dan seperti perkataan seorang nawak  ’Yang penting dapat tiket pesawat  terlebih dahulu  berikutnya paspor menyusul’’.Tidak sabar rasanya Ayas untuk pergi ke negeri jiran setelah tiket dan paspor (saat proses pengurusan dengan seharga IDR. 260 .000,00 include biaya administrasi) sudah dikantongi.

24 Februari 2014

Semangat pagi itu  dengan  chant “Malay here we come” ( emboh artine) ,dan “Singone Numpak Macan ( Maskapai penerbangan Tiger Air )”.

Pesawat transit untuk beberapa saat di Changi Airport Singapura ( Negara persemakmuran Inggris ) dahulu sebelum Kuala Lumpur Malaysia (Negara persemakmuran  Amerika  karena benderanya mirip ) , Kesempatan  tersebut  ayas manfaatkan  untuk mengabadikan momen di sekitar  Airport sambil berharap harap dapat  bertemu mantan pemain Arema Noh ‘’Along ‘’Alamsyah dan Muahamad Ridhuan.

Alhamdulillah landing lah awak nih di bandara LCCT (Low Cost Carriage Terminal)  namun di plesetkan Sam Deddy Mirza dengan   Low Cost Costumer Terminal karena kebanyakan untuk tiket promo mendarat  di bandara tersebut ,sedangkan untuk tiket regular pesawat akan mendarat  di bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport ) ,walaupun masih satu komplek tapi nayamul butuh 30 menit waktu  perjalanan dengan bus untuk menjangkau kedua tempat tersebut.

Adalah Sam Tomblok dari Aremania Malaysia yang  banyak berjasa dalam penjemputan ayas dan nawak nawak  Aremania dari bandara menuju camp tempat menginap.

Menariknya keberadaan  para calo  di Bandara KL Malaysia yang  tak terlalu ngotot  saat tawaran jasanya sekali ditolak mereka tidak akan memaksa yang berbeda dengan di Indonesia  .

Tempat duduk  bus bertarif sebesar RM 8,00 per penumpang  dari bandata menuju  Kuala Lumpur Center ( Pusat Angkutan di Kuala Lumpur dan daerah sekitarnya ) dan tarif RM 10,00 per penumpang untuk mobil sewaan Kuala Lumpur Center menuju Base camp Arema Malysia tepatnya di  Kampung Padang Balang Sentul Kuala Lumpur Malaysia .

Sesampai dirumah Sam Erik rupanya sudah berkumpul nawak nawak yang menyambut ayas antara lain Aremania Balikpapan dan Aremnia Curva Sud dan Aremania yang lainnya .Karena keterbatasan  kapasitas base camp menampung animo kedatangan nawak nawak Aremania ,Sebagian  yang sudah datang hari itu  dan besoknya  menginap dan di tampung dibeberapa rumah nawak Aremania Malaysia lainya

Melihat kapasitas base camp  sudah penuh sesak akhirnya ayas dan nawak dari Aremania Kaskus (Sam Dikky dan Sam Ocol)  memutuskan menemani Sam Tomblok untuk menjemput salah satu nawak Arsen yaitu  sam Deddy  Mirza  dengan jadwal  mendarat  pukul 23.30 waktu setempat,Nawak nawak memutuskan menginap di bandara karena jadwal transportasi via bus dari bandara LLC terakhir  dengan pukul 23.00 waktu setempat sekalian menjemput nawak nawak yang mendarat ke esok harinya.

25 Februari 2014

Pukul 0.00    10.00 waktu setempat ,Back packer ( numpang rudit ) di  Terminal LCC Airport Kuala Lumpur.

Salah satu hal yang menarik mengenai bendera yang dibentangkan di Stadion MP Selayang  adalah prosesi perjalanan bendera  dari Malang sampai dengan negeri jiran tersebut, singkatnya ‘’Nawak nawak hebak  ancene  nade ilakes ‘’.

Pukul 10.00 waktu setempat ,Sam Deddy Mirza  semula tak kuasa menahan resah  harus meninggalkan bendera tersebut di bandara Juanda Surabaya pada  akhirnya pagi itu dapat tersenyum manis melihat bendera berhasil mendarat di tanah Malaysia bersama Aremania Transformer dengan menggunakan sandi operasi “Gunting Maut dan Malay Tailor Ekspres” meminjam istilah dari tim Chelsea ‘’Keep The Blue Flag Flying High’’, dan kami berhasil melakukannya nawak.

Pukul 12.00 – 15.00 waktu setempat Giant Flag dengan bobot kurang lebih 65 kg di jahit kembali setelah di gunting menjadi 3 bagian supaya dapat lolos di bandara Juanda untuk  dibawa ke Kuala Lumpur dan di bentangkan oleh Aremania di Stadium MP Selayang  .

unnamed1Penjahitan kembali bendera Arema Indonesia di Kuala Lumpur

unnamed2Test akhir

Pukul 17.00 sore waktu KL masih seperti pukul 16.00 waktu Malang (Padang Jingglang Srengengene polahe waktu ndek Kuala lumpur lebih cepet 1 jam) rombongan Aremania berangkat dengan menggunakan 3 Bus besar dari Camp Aremania Malaysia menuju Stadium MP Selayang yang menjadi markas Selangor FA selama  45 menit .

Tumpah ruah  penonton tuan rumah tidak terlalu banyak hanya sekitar seratusan mengantri tiket, sedangkan untuk Aremania mendapat 700 lembar tiket berikut pembeliannya  sudah dikoordinir oleh Aremania Malaysia .

 Stadium MP Selayang  ( Ayas rikip koyo  Stadione Mojokerto Putra = licek loop ) belum dibuka dan Panpel tampaknya tidak menyangka akan kehadiran Aremania akan sebanyak itu ,Pintu  masuk akan dibuka puku 18.45 waktu setempat, sementara menunggu waktu banyak nawak nawak  berkiliing area stadion untuk sekedar foto atau mencari makanan di beberapa  warung  .

unnamed

Pukul 19.00  waktu setempat dengan srengenge masih terang benderang dilangit Selayang , Bus tim Selangor FA memecah keramaian ketika  memasuki area stadion .Satu persatu pemain turun dan sosok yang paling ditunggu luncum “Andik Vermansyah” yang berharap mendapat sambutan hangat dari Aremania  harus tersenyum kecut mendengar chant khas Aremania untuk Bonek ,Andik pun ngeloyor langsung menuju ruang ganti pemain.

Tak berapa lama bus tim Singoedan datang, sebagian Aremania membakar semangat para pemain Arema Indonesia ( nama yang sesuai tertera di tiket masuk ) ketika turun dari bus  dengan Chant “ Arema.. Arema… Kita Disini Arema” ,Senyum dari Joko Susilo, Suharno diiringi kepalan tangan dari El Capitano Ahmad ‘’Cimot’’ Bustomi  dan pemain lain menyusul dibelakangnya.

Optimisme begitu terpancar dari wajah Aremania  yang hadir di stadion MPS sore itu, ini wajar karena menyimak  dari berita mengenai hasil beberapa pertandingan terakhir  yang dijalani Selangor FA dengan kekalahan. Chant “ We love Arema we do Arema we love you… We love arema we do oo.ooo” diperkenalkan dan di kumandangkan oleh Sam Jules di ikuti secara  serentak oleh nawak nawak di stadion malam itu.

Pukul 20.45 – 22.30 waktu setempat ,Untuk jalannya pertandingan ayas serahkan kepada para ahlinya.

Pukul 22.30 waktu setempat , Diujung laga saat wasit ke 4 menunjukkan tambahan waktu 3 menit. Menunggu peluit panjang berbunyi layaknya hamba sahaya yang  puasa menuggu adzan magrib ber kumandangkan.  

Pukul 22.32 waktu setempat, Seketika stadion dipecahkan oleh  suara petasan ( bondet menurut ayas ) yang di lemparkan ke lapangan dari tribun penonton tuan rumah membuat kedua tim menghentikan laga secara spontan selama 2 menit dan pertandingan di lanjutkan kembali .Panpel tampaknya tidak mengantisipasi kejadian tersebut karena pada awal laga juga adanya nyala kembang api  didalam stadion.

Pukul 22.35 waktu setempat ,’’Priiiiiiiiiiiiiiiit’’ pertandingan berakhir (euphoria Aremania dan Aremanita di  Stadium MPS  bisa di bayangkan seperti apa saat menuai satu poin laga kandang)

Pukul 22.37 waktu setempat ,Tiba tiba  lampu stadion dimatikan padahal para penonton masih didalamnya rupanya Ultrasel mempunyai kejutan untuk Aremania sang tamu yang datang dari jauh ini. Hanya satu  lampu sorot stadion yang bersinar  diubah menjadi panggung pertunjukkan oleh Ultrasel dengan menyalakan flare dan sebagian besar menyalakan HP sambil menyayikan chant “Terima kasih ..terima kasih .. Aremania…” ,dan kami pun membalas dengan “Terima kasih ..terima kasih Ultras Selangor, kami tunggu tunggu di kota Malang”.

Pukul 23.00 waktu setempat, Aremania keluar stadion sembari menyayikan chant “We love Arema we do, Arema we love you, we love Arema we do.. oo..oo”. Ultrasel mengiringi perjalanan menuju bus, namun entah kenapa ada oknum supporter Selangor (menurut info “Supporter Casual Selangor”) mencoba memprovokasi .Saat itu dapat  quote dari El capitano CimotKami melawan jika didzolimi

Nawak – nawak dibarisan depan sudah mengisyaratkan agar para Aremanita berada di  barisan belakang dan bersiap jika terjadi hal terburuk. Para oknum tersebut tak berhenti memprovokasi bahkan  semakin merangsek barisan pagar hidup (yang dibuat oleh Ultrasel) dan polisi sekali lagi baru datang ketika hampir terjadi bentrok tersebut ( Jare nawak’’ lek  musuh alay  koyo ngono mosok kok  kate mundur.Ker !”).

Aremania pun  dikawal polisi dan barisan Ultrasel menuju bus. Ultrasel dengan penuh rasa penyesalan meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengharap tidak berdampak panjang. Mereka pun berjanji akan datang ke Malang.Pulang base camp Aremania Malaysia  berjalan lancar dan tanpa khawatir  gangguan  seperti insinden di stadion.

Pukul 24.00 waktu setempat, Tiba di base camp dan mendapat info dari Aremania Malaysia bus sudah disiapkan untuk nawak nawak  yang menuju bandara berangkat pukul 03.00 waktu setempat, jadi ayas memutuskan tidak tidur sambil menunggu.

26 Februari 2014

Pukul 0.00 – 03.00 waktu setempat,Memasuki  sesi curhat di mulai Sam Tuwek (Curva Sud ) Aremania Kelas Veteran menyampaikan cerita dan keluhan dengan mengatakan :’’Aremania saiki ganteng- ganteng an, ndek stadion males nyanyi malah bingung update status”. Disambung cerita perjalanan  Sam Harie Pandiono sejenak mengusir  sumuknya hawa di camp tersebut.

Pukul 03.30  – 04.00 waktu setempat bus jemputan sudah datang ayas dan nawak nawak  untuk bersiap menuju bandara.Ayas  lebih memilih ikut rombongan bus yang berangkat ke bandara walaupun jadwal penerbangan pukul 12.00 waktu setempat. Sesampai dibandara ayas dan sebagian Aremania lainnya langsung ambil posisi untuk tempur ( tempat tidur ). Puas melepas kantuk dan lelah kami numpang mencoba bilik mandi di Bandara LCC . Badan segar waktunya mengisi perut di Medan Selera (food court) dengan harga rata rata RM 6,00.

Pukul 11.45  waktu setempat Ayas  siap di menaiki macan lagi menuju Singapora sebelum ke Jakarta

Pukul 13.15 waktu Singapura ( Odop Zona  waktune karo ndek Malaysia ) landing di Changi  Airport dan ayas habiskan waktu transit kurang lebih 3 jam untuk numpang  wifi an yang ngebut loop secara percuma (gratis) .

Pukul 18.00 wib ,Syukur Alhamdulillah tiba  di Bandara Sukarno Hatta lagi

Hanya satu yang kurang afdol kalo ke Malaysia tidak berfoto  di depan Gedung Petronas, Insya Allah jika Arema Indonesia  maupun  Kelantan FA  lolos  babak berikutnya dan bisa saling bertemu  tidak menutup kemungkinan ayas dan Aremania lainya menjejakkan kaki di KL lagi.

Keep Calm and always RESFATO

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.9/10 (7 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 5 votes)
Aremania Invade Malay, 8.9 out of 10 based on 7 ratings

You may also like...

Leave a Reply