Tentang Bendera

Oleh : Sam Harie Pandiono Paimin Arema

Banyak cerita unik mengiringi aksi Aremania saat di Kuala Lumpur , dimana Wearemania sendiri dan Aremania lainnya  juga turut merasakan aksi #awayday tersebut, terutama adalah drama tentang bendera Aremania yang pertama kali dibentangkan saat Arema Indonesia melawan Barito Putra di Kanjuruhan sebelum di Malaysia.

1912275_10201907027501015_166828031_nStadium Majlis Pembandaran Selayang Malaysia ( foto koleksi Sam Harie P )

Sabtu 22 Februari 2014 Karena kendala badai pasir gurun di Dubai sehingga pesawat yang ayas tumpangi dari Madrid menuju Dubai dan Kuala Lumpur tertunda 2 hari. Ayas terus memantau perkembangan mobilisasi bendera raksasa berlogo Singaedan berdiameter panjang 75 meter x lebar 45 meter dengan bobot 70 kg dari Malang ke Surabaya selanjutnya menuju Kuala Lumpur.

 Minggu 23 Feb 2014 Dengan segala keterbatasan sempat maju mundur sekali lagi ayas tegaskan satu pesan yang jelas dan lugas via inbox kepada Deddy ( saat itu hampir frustasi ) ,Andi Sinyo dan nawak nawak yaitu “Bendera Raksasa  Harus Diberangkat Karena Aremania Akan Membuat  Sejarah, Berapapun Biayanya Harus Diberangkatkan , Berapapun Biayanya Harus Diberangkatkan”

 Ini yang harus ditanamkan jangan pernah menyerah soal kreatifitas Aremania (Mengibarkan Bendera Raksasa Di Malaysia ) harus terdepan dan menjadi inspirator di Indonesia maupun di Asia.Karena perjuangan Aremania di Indonesia tidak ternilai oleh apapaun bahkan bendera suci ini harus di ganti dengan darah dan nyawa untuk di korbankan.Kita harus mencontoh perjuangan mereka yang ” Tarung hingga mati di lapangan ”

Senin 24 Februari 2014. Drama dimulai Pihak Keamanan Bandara Juanda menahan bendera

Sumpah kudu nangis ninggal gendero gak iso budal diamankan Avsec, titip ya pak,” kata Sam Deddy Mirza sebelum menaiki tangga pesawat.

Perjuangan yang sangat maksimal meskipun harus  membayar uang IDR 1.000.000,00 ,Namun petugas  Bandara Juanda tetap menolak karena kapasitas maksimal bagasi  per bagian adalah 30Kg.

Selasa 25 Februari 2014 ,Akhirnya pagi itu diambil keputusan bendera harus dipotong menjadi tiga bagian untuk di bawa dan  yang terpenting harus berkibar di kandang Stadium Majlis Pembandaran Selayang Malaysia markas Selangor FA.

“Sam Anang menjemput bendera, antara keluguan dan kepolosan karena sungguh tidak maksud sok-sokan karena dia membawa bendera memakai sepeda motor,” cerita akun #GRStengah2x45  yang terus update dengan hastag #dramabendera

‘’ Dan apa yg terjadi ?.. edan dan ngawur ! ’’

Penjemput disuruh mengendarai  mobil, malah mengendarai sepeda motor.

10011159_10201927803620405_1085800731_nBendera yang di packing menjadi 3 bagian ( foto koleksi Sam Harie P )

Pukul 9:00.waktu KL, Waremania ,Arema Malaysia dan Aremania lainnya  yang menjemput bendera itu di bandara Kuala Lumpur merasakan atmosfer kebanggaan membawa bendera tersebut.

Masih belum selesai, karena kita akan menjahit bendera ini,” kata Deddy Mirza

Dan selanjutnya bendera sebesar itu di jahit untuk menjadi satu bagian seperti semulaPerjuangan Bendera Kembali Pulang:

Setelah pengibaran ayas, Tuwek dan nawak nawak  yang telah tiba lebih dulu harus membawa kembali pulang bendera suci kembali ke Bhumi Arema dengan selamat.

Pukul 23:00 waktu KL seperti yang telah diceritakan arodes Arsen. Ayas langsung sampaikan ke Tuwek dan nawak nawak bahwa bendera harus di gunting menjadi 3 bagian tengah malam ini karena akan kita bawa ke Kuala Lumpur pukul jam 3 pagi.

Pukul 24:00 Tuwek dan rulud rulud sepakat mulai mengerjakan, ada yang memotong, ada yang membuat kopi dan melipat.

Rabu 26 Februari 2014 Pukul 1:00 waktu KL. Pak Encik tetangga yang rumahnya kita tempat dengan sangat antusias membuatkan kopi dan beliau  pula yang menyiapkan rokok, burger hangat, meja, dan karpet untuk rulud rulud Aremania yang menginap di rumah Erik.

Pukul 2:00 waktu KL sekitar jam ini bendera sudah siap diangkut  dan kita menunggu bus menjemput.

Pukul 3:00 waktu KL,Bus  berangkat menuju Bandara LCCT termasuk Deddy Mirza dan salah seorang Aremania Bandung  dan ayas harus ke  Kuala Lumpur International Airport plus tarif bus RM 10,00 lagi.

Pukul 4.00 waktu KL,Ketika bus tiba di LCCT, kita berpikir keras untuk mencari bus ke KLIA, karena jadwal pemberangkatan bus mulai  jam 6 pagi , kita akhirnya memutuskan memakai taksi executive dengan tarif RM 70,00. Seperti saat memberangkatkan bendera saya bilang sama Deddy “Bendera Harus Berangkat Apapun Caranya dan Berapapu Ongkosnya”

Akhirnya dengan bersusah payah kita berhasil mencapai KLI Airport, setelah dipacking menjadi tiga langsung menuju GIA counter untuk check in.Beruntung tiket ayas business class, namun masih harus membayar RM 1000,00 karena kelebihan begasi plus bendera ini hampir 40 kg.

 Pada saat yang sama berdatangan official Arema FC, Pelatih, Iwan B., Fuad, dan semua team juga check in. Komentar Soeharno “Wah wah ini.. arek arek  edan kabeh pemaine numpak ekonomi genderone numpak klas bisnis“, Bendera sukses masuk bagasi Executive Class.

1961400_10201927820340823_556241525_nLabel Bagasi ( foto koleksi Sam Harie P )

Dipesawat satu bangku di kelas bisnis dengan IB  sambil ngobrol mengingat masa lalu kita bersama sama “ngemis” ke Tinton Suprapto  untuk cari dana buat Arema FC tahun 1995 an .Akhirnya kita berpisah pada tahun 1999 karena  ayas ke Amerika dan IB masih bergelut dengan dunia management sepakbola.

Tepat pukul 13,00 wib  Bendera mendarat  dengan selamat  di  Bandara Juanda dan dijemput rulud rulud seperti Keceng Aremania Dau, Andi Sinyo dan Chandra untuk di bawa ke Ngalam namun mampir dulu di Lawang.

 

.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Tentang Bendera, 10.0 out of 10 based on 3 ratings

You may also like...

Leave a Reply