Going to Hong Kong

 

Oleh : PAS

Selasa 13 Mei 2014 waktu menunjukkan pukul 04.00 wib Dengan taksi kami  berangkat ke  Bandara Soekarno Hatta Jakarta Indonesia untuk menuju Hong Kong dengan  maskapai penerbangan Tiger Air dengan detail  jalur penerbangan Jakarta Singapura (pukul 07.00 wib – 09.40 waktu  setempat ) dan di sambung Singapura Hong Kong ( 14.00 – 18.00 )  (waktu Singapura dan Hongkong sama yaitu lebih cepat satu jam dengan WIB).

Sempat di bayangi kekhawatiran akan berita negatif tentang penutupan rute rute perjalanan tertentu  (termasuk Jakarta Hongkong ) akibat kerugian yang di alami  maskapai Tiger Air anak perusahaan dari Singapore Airline.

Namun menjelang dua hari sebelum keberangkatan kami mendapat penjelasan sangat melegakan via telepon dari pihak Maskapai yang memastikan jadwal kami ‘’On Schedule ‘.

Setidaknya uang tiket untuk dua orang  sebesar IDR 6.059.000 ,00  dengan rute  Jakarta – Hong Kong PP aman.

Dan tujuan kita dapat mendukung tim  Arema Indonesia menghadapi tuan rumah Kitchee SC di putaran 16 besar piala AFC  (yang tidak menganut pertandingan kandang tandang ) bersama Aremania dan Aremanita secara langsung di Mongkok Stadium Hong Kong  yang di gelar Rabu 14 Mei 2014  terlaksana

Pesawat yang membawa kami dari Singapura  landing di bandara Hong Kong International Airport  dan masuk ruang kedatangan sesuai jadwal yang tertera di tiket pukul 18.00 waktu setempat  membuat kagum kami akan etos kerja pelayanan publik pada jasa penerbangan di Negara bekas sewaan Inggris  ini yang kontras terjadi  di Indonesia.

Usai melewati pemeriksaan pihak Imigrasi di bandara Hong kong .kami keluar di pintu kedatangan terminal 1 A. Kami sedikit cemas karena tidak menemui keberadaan sang penjemput dan kebetulan  ini baru pertama kalinya kami datang.

Karena penggunaan fasilitas  jaringan wi fi untuk komunikasi via internet yang kurang optimal di luar pintu kedatanganan sehingga dapat menghubungi sang penjemput dengan telpon GSM yang sim card nya dibeli  di konter mini market  dengan tariff DHK 68 ,00,-.

Kami merupakan kloter kedua Aremania yang datang ke Hongkong.sebelumnya pukul 14.00 waktu setempat kloter pertama yaitu Sam Harie Pandiono,Sam Jules ,Sam Tuwek dan Sam Diaz lebih dulu landing dan di jemput beberapa para Aremanita HK .

Duduk di bangku bagian atas  bus tingkat dengan tarif DHK 33,00  per orang  adalah pilihan yang tepat untuk menikmati pemandangan lampu yang menerangi Hong Kong di waktu malam selama  menuju penginapan Chung King Mansion yang berada di Nathan road Tsim Sha Tsui daerah Kwo Loon.selain bus masih ada moda transportasi dari bandara  menuju tempat tujuan di penjuru Hong Kong yaitu MRT dan Taksi tanpa ada macet.

 
IMG_7939 Suasana di lantai bawah tempat kami menginap

 

Selama perjalanan kami menanyakan segala hal tentang budaya,hukum ,peraturan dan segalanya tentang HK tak terkecuali tentang keberadaan dan animo Aremanita HK kepada sang penjemput.

 

Waktu menunjukkan pukul 21.00 waktu HK tiba di  Pay less guest house di lantai 7 satu tempat penginapan yang sederhana dengan tarif kamar  DHK 300,00 permalam kita melepaskan penat sejenak dan mandi air panas untuk menyegarkan badan.

Dan selama 17 jam dari Jakarta kami  hanyamengkosumsi  roti.Alhamdulillah di kamar lain yang di tempati sam Jules dan Sam Tuwek telah di sediakan oleh Aremanita yang lainnya,  hidangan nasi putih dan sambel goring petai  tempe tahu plus ayam goreng .dinner pun di lakukan,,kami lahap dengan tangan kanan langsug menambah nikmat serasa masih di Ngalam

Setelah itu kami meluncur menuju Murphy’s  Irish Café yang terletak di basement Chun King  Mansion .di sana sudah menunggu Sam Harie Pandiono ,(yang datang dari Spanyol ) Sam Jules  dan Sam Tuwek  (yang datang dari Malang ) Sam Diaz ( yang datang dari Samarinda ) dan para Aremanita HK .

 

10269529_456764377802184_5987637995482862225_n (1)Pintu masuk kafe yang di biasa di gunakan untuk nobar Rugby ( foto Ana )

Pertemuan  yang benar benar berkesan bagi kami mulai  dengan sam Harie Pandiono selama 4 tahun  tidak bertemu,kami pun saling   melepas kangen yang lebih mendalam dengan Aremania dan tentunya  Aremanita HK secara langsung karena selama ini bertahun tahun kita hanya bersilaturahmi via dunia maya.

 

IMG_7901

 

Melepas kangen

Saling  jabat tangan, saling berpelukan dan saling berbagi cerita tentang apa saja di antara kita sebagai pelepas rindu antar saudara yang selama ini di batasi oleh kesibukan dan rutinitas masing masing.sembari kita menikmati hidangan ala kafe tersebut .

Bagi kami itu pertemuan adalah suatu karunia yang tiada terkira berawal dari kecintaan dan motivasi yang sama untuk mendukung Arema Indonesia FC .bahkan seakan tidak kita di bisa  berkata apa apa seakan tidak percaya bahwa jauhnya jarak tak menghalangi untuk duduk bersama malam itu karena kuatnya ikatan emosional.

Akhirnya Edmund Fung seorang supporter tuan rumah sendirian mendatangi .kita ,selanjutnya seremonial tukar syal dan jalinan keakraban ala supporter pun di lakukan,seakan kafe tersebut di desain sebagai Supporter Nigth Party.

IMG_7918

 

Ramah tamah 

Sam Jules memberi apresiasi terhadap antusias supporter  tuan rumah dengan memberikan lirik dan syair lagu yang biasa di nyanyikan supporter tuan rumah.

Edmundo sebelumnya melalui komunikasi via email dia terkesan oleh ketiga orang tersebut..

Sam Harie Pandiono dengan kegilaannya kerja keliling dunia dan dapat menonton sepakbola sembari mengibarkan bendera Arema Indonesia.

Sam Jules dengan kemampuannya menjadi dirijen diantara puluhan ribun Aremania baik di Malang ataupun di luar Malang

Sam Tuwek dengan kegilaannya datang dengan membawa bendera untuk di kibarkan di tiap pertandingan Arema Indonesia di mana saja.

Acara jadi meriah karena canda dari sam Tuwek yang membuat malam meriah apalagi di iringi menyanyikan yel yel Arema menghidup suasana di kafe tersebut.Banyak ekspatriat yang dating di kafe tersebut berada   di sebelah meja  kita merasa tidak terganggu ,

IMG_7921

Suporter tambahan

saat kita usai  menyanyikan yel yel Arema sebagai selingan komunikasi antara Aremania dan Kitchee mania tiba tiba ada ucapan ‘’ Singo edan ‘’ kita jawab ‘’Arema ‘’lalu kita menoleh pada seorang ekspatriat tersebut sembari memberi applaus tepukan .dan sam Tuwek langsung mendekati seraya melakukan tos.

Usut punya usut di hape dia masih terpampang logo Arema Indonesia  setelah dia searching di internet yang belum di hapus.

Malam semakin larut tidak terasa waktu berjalan cepat hingga pukul 23.50 waktu setempat di putuskan untuk berpisah dan kembali ke tempat kita masing masing dengan harapan kita menyimpan tenaga untuk besok di Mongkok.

Alhamdulillah dan bersyukur kami dapat menginjakkan kaki di tanah air Jackie Chan dengan selamat .Lampu kamar penginapan kami  matikan sebelum  memejamkan mata di kota yang tidak pernah terpejam.

We love Arema we do , We love Arema we do, We love Arema we do,Arema we love you

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Going to Hong Kong, 10.0 out of 10 based on 1 rating

You may also like...

1 Response

  1. Pakdhe rek, selalu membanggakan lek nulis berita perjalanan. Runut lan iso melu mbayangno lagi nang lokasi bagi pembacan2. RESFATO, Salam Satu Jiwa

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply