Going to Stadium

Oleh : PAS

Mongkok  Rabu  14 mei 2014

Hujan masih mengguyur kota Kwo Loon sedang waktu menunjukkan pukul 07 .00  waktu setempat membuat kami semakin malas beranjak  dari tempat tidur .Namun tidak berapa lama  sam Harie Pandiono menginap  di lantai 5  datang dan di berikutnya rulud rulud Aremanita HK juga menyinggahi tempat kami tak lupa membawa makanan dan minuman juga  membawa semangat kebersamaan  tentunya .

Sempitnya kamar penginapan yang kami tempati tidak menjadikan penghalang untuk bercengkrama saling berbagi cerita dan canda khas Ngalaman sembari menunggu giliran mandi

Pukul 8.00 waktu setempat datang sam Memen dengan penerbangan dari Lombok Nusa Tengara Barat merupakan kloter terakhir  merapat ke penginapan kita sehingga suasana jadi makin gayeng sembari menyeduh minuman penghangat mulai dari kopi panas ,tea tarik dan kudapan yang di hidangkan   para Aremanita  HK  yang datang..Disamping itu ada beberapa Aremania berada di penginapan lainnya selain di Chungking Mansion.

Langit mulai cerah untuk mengisi waktu luang kami putuskan untuk menikmati pojok  kota di Hong Kong,Begitu dengan nawak nawak yang lain melakukan hal serupa secara terpisah dan akan kembali berkumpul di stadion sebelum kick off.

Dengan menggunakan MRT dari  Stasiun Tsim Sha Tsui dengan sekali jalan bertarif  DHK 6,00 kita turun di daerah Fayun Kai daerah Mongkok hanya 10 menit  dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju stadion

 

arema

Tiga jam sebelum pertandingan ( foto Milton H )

Meski waktu pertadingan akan digelar 4 jam lagi namun di sekitar Area Mongkok Stadium di sekitar jalan Flower Market terutama di depan pintu masuk sudah banyak para Aremanita HK yang datang dari penjuru Negara Hong Kong.dengan beratribut jersey ataupun kaos warna biru dan syal bertuliskan Arema sambil menyanyikan yel yel dukungan untuk Arema Indonesia  tak pelak hal tersebut mengundang perhatian warga setempat dan supporter tuan rumah sendiri.

IMG_8077a

Pintu Gerbang ( foto sam Atux )

Perlahan perlahan pendukung Sngoedan mulai berdatangan pukul 18.00 waktu setempat pintu masuk mulai di buka ratusan supporter kedua kubu mulai masuk dengan tertib.

Pihak Panpel tidak terlalu banyak namum sigap.dan tidak terlalu repot karena Aremania dan Aremanita HK sudah memegang tiket terlebih dahulu dan sudah mengetahui tata  tertib di sana.

Pertamakali kita di kumpulkan di depan Stadion Mongkok  di beri kesempatan mengabadikannya selanjutnya di arah kan melalui pintu masuk dan dilakukan pemeriksaan standard tapi tepat.

IMG_8080a

Semangat ( foto sam Atux )

 

IMG_8111

Aremania dan Kitchee mania ( poto PAS )

Memasuki Mongkok Stadium yang  berkapasitas 6664 tempat duduk dan tinggi tribun dari lapangan kira kira 1,70 meter lebih tanpa pagar pembatas berjarak kurang lebih 4 meter dari lapangan permainan serasa mendapati suasana berbeda dengan stadion stadion di Indonesia pada umumnya namun tata letak dan fasilitasnya (Toilet yang bersih dan adanya Tribun untuk penyandang cacat ) patut untuk di aprseiasi dan semoga dapat aplikasikan di stadion stadion Malang khususnya dan Indonesia umunya  di masa datang.

 

Satu jam sebelum  kick off  .Tribun  22– 26 sudah di penuhi oleh 1000 an lebih para Aremania dan Aremanita  maupun Warga Negara  Indonesia yang tinggal di Hong Kong..

IMG_20140514_200100

IMG_8217

IMG_8262

IMG_8238

IMG_8204

Multi bangsa satu tribun (foto sam Atux )

Riuh rendah suara Aremanita HK ketika pemain Arema Indonesia melakukan pemanasan di lapangan seakan ini mimpi yang jadi nyata dapat melihat secara langsung dan dari dekat idola idola para pejuang devisa .bila selama ini mereka hanya bisa menyaksikan lewat layar kaca atau mengikuti beritanya lewat  dunia maya .

Hari itu menjadi hari yang sangat sayang untuk di lewatkan .Dengan berbagai cara mereka untuk datang dari yang mengajukan ijin cuti jauh jauh hari ataupun membawa tugas kerja ke tribun.dan itu juga di lakukan oleh para pekerja migrant lainnya walaupun bukan sebagai Aremania atau Aremanita tapi sebagai rasa cinta terhadap tim Singoedan maupun  rasa nasionalis terhadap wakil dari Indonesia.

Kesempatan tersebut juga di gunakan refreshing para Aremanita dengan membawa orang orang terdekatnya ,membawa orang orang yang menjadi asuhannya dan perawatannya seperti seorang nenek maupun ,anak anak kecil bahkan membawa keluarga kebetulan bersuamikan warga Hong Kong.

 

IMG_8249

Seakan satu tribun itu berkumpulnya  keluarga di ranah orang maka yang ada saling tegur sapa ,saling salaman ,saling berbagi makanan maupun minuman ,dan tidak dapat di tinggalkan  saling mengabadikan momen baik dengan foto maupun video walaupun kita baru kenal..

Hal tersebut menarik keluarga pemain dari arema Indonesia Christian ‘’el loco’’ Gonzales dan pemain lainnya yang mau berbaur di tribun .karena kapaitas sudah penuh maka mereka memilih untuk di tribun  27 tempat netral yang kursinya kosong posisinya di utara tribun Aremania

Namun pihak panpel bersikeras  menolak hingga bersitegang yang mengundang perdebatan .sedikit banyak memancing emosi sam Tuwek yang harus di tenangkan oleh beberapa Aremanita HK .dan akhirnya mereka berdelapan berdiri di ujung tangga untuk mengikuti pertandingan.

Peluit kick off di bunyikan wasit pukul 20.00 waktu setempat .Gemuruh para kedua supporter baik tuan rumah dan Aremania beradu dengan kreatifitas  dari tribun masing masing yang bersebelahan .

Disela sela gemuruh di tribun ada dua Aremanita yang harus meninggalkan stadion dengan hati yang sedih karena tidak bisa mendukung Tim Singoedan.Di sepanjang perjalanan di MRT dia ingin menangis karena harus melakukan tanggung jawab kerja kembali ke apartemen.Namun dia berbahagia dapat menjumpai para Aremania dan Aremanita yang datang melebihi supporter tuan rumah dan tentunya bisa melihat lebih dekat sam Harie Pandino ,sam Jules dan sam Tuwek.

Jika biasanya sam Jules sangat mudah mengkomando nyanyian yel yel untuk mendukung perjuangan punggawa singoedan berlaga .malam kali ini seakan menjadi tugas sangat menantang.

Ayo ayo Arema ..sore ini kita harus menang…berkali kali di nyanyikan dengan terus menerus dan meski mendapati sebagian Aremanita berteriak histeris apalagi di lapangan Arema Indonesia harus tertinggal dalam tempo cepat dengan skor 0- 2 dari tim Kitchee SC..

Memang dapat di maklumi disamping kurangnya latihan plus tidak ada drum dan mereka datang ke Stadion ini duduk di tribun dan mendukung tim Arema Indonesia ini adalah suatu hal yang tidak bisa di lakukan tiap minggu atau bulan bahkan  tiap tahun.

Mereka hanya dapat merasakan asmosfir sepakbola ketika pulang ke Malang dan ada waktu menonton di stadion Kanjuruhan itupun tidak dapat kesempatan tersebut setahun sekali.

Pun juga di tribun tersebut hadir juga warga Indonesia yang mengais rejeki di Hong Kong sebagai bentuk solidaritas kebangsaan  dan bukan sebagai Aremania atau Aremanita yang tidak hapal yel yel Arema.

Memasuki babak kedua sam Jules tidak putus asa memberi semangat dan applaus buat Aremanita HK upaya tersebut membuahkan hasil.secara bersamaan dan kompak menyanyi menari dan lebih membahana di babak pertama.

Petandingan usai pukul 21.50 waktu setempat.terdengar nyanyian ‘’terima kasih ,terima kasih aremania..terima kasih terima kasih aremania’’ dari supporter Kitchee SC.langsung dibalas oleh Aremania ‘’terima kasih terima kasih kitche mania ,terima kasih terima kasih kitche mania..

Meski pertandingan usai Aremania dan Aremanita belum beranjak dari stadion mereka saling melepas rindu sebelum kembali kerutinitas masing masing ,tak lupa juga mereka menggunakan smartphone nya masing masing mengabadikan momen tersebut untuk di jadikan kenangan yang tak terlukiskan di perjalanan mengarungi hidup dan kehidupan di negeri orang.

Kita pulang berjalan kaki menusuri trotoar Mongkok dengan bergerombol .Satu persatu di perempatan kita berpisah dengan di barengi salaman bahkan berpelukan dengan penuh haru biru.

Setelah kita mengisi perut di restoran cepat saji daerah Fayun Kai selanjutnya kita menuju Stasiun MRT tujuaan Tsim Sha Shui yang di barengi dengan beberapa Aremanita yang sengaja meluangkan waktunya  mengantarkan kita dan mengucapkan salam perpisahan karena besok tidak bertemu lagi.

Tiba di penginapan angka jam dinding menunjukkan jam 12 malam waktu setempat.kita diskusi sejenak dengan sam Harie Pandiono dan nawak nawak untuk jadwal kepulangan ke tanah air besok dan eksekusi pembayaran penginapan.akhirnya menutup malam sembari mengingat syair lagu di bawah ini

Tinggalkan ras
Tinggalkan suku
Satu tekad dukung  Arema
Di bawah bendera Singo edan

Ayo maju
Ayo maju  Aremaku
Jangan kembali pulang
Sebelum Arema  menang
Walau harus mati di tengah lapang
Arema teruslah berjuang

 

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Going to Stadium, 10.0 out of 10 based on 2 ratings

You may also like...

Leave a Reply