Catatan perjalanan Aremania di OLd Traford

Oleh : Sam Harie Pandiono Paimin
Manchester United, Old Traford Stadium Tour and Museum.
31  Mei 2014
Ketika ditanya oleh pemandu tour,” Are all of you supporting MU ? ” ayas bilang dengan lantang “No, I am not. I am supporting Arema Indonesia”, ” Owh…Welcome to Old Traford “Arema Indonesia” Kami bangga terhadapmu yang satu diantara bukan supporter MU.
Banyak ilmu yang  ayas dapat dari pemandu tour ini  dari bagaimana cara  meneror lawan dari dalam stadion, bagaimana menjamu teman, bagaimana berteriak dan bernyanyi, serta kisah kisah  MU yang begitu panjang penuh dengan prestasi dan reputasi.
 unnamed (9)
Ketika dipraktekkan bagaimana kita keluar menuju ” The Teathre of Dream” kita harus berhadapan layaknya pemain lawan vs MU
dan pemandu tour seperti wasit dengan pemanasan dan sebagainya, serta menyalami pihak tim lawan ( ayas  yang jelas jelas mengaku bukan pendukung MU dipraktikkan sebagai tim tamu ) dan sebelah ayasi adalah semua pendukung MU.
Diputar sebuah musik athem layaknya EPL bigh match dan semua bernyanyi menunggu ayas  sebagai tim tamu. Ketika seorang kapten MU yang dipraktekkan pengunjung lain  berteriak “Lets finished” disitu ayas berteriak “This is Arema Never Surender”. Semua mata melihat mungkin berguman “Arema kok gak pernah dengar ya di Eropa??”
 unnamed (10)
Begitu mengesankan pelajaran di Old Traford mulai dari pojok Traford Bar bagaimana kita dijamu Hooligans MU, kubam dan hingga mereka tersinggung melihat ayas  membawa  kamera. Pada dasarnya disaat kubam, didalam, diluar maupun kita berjalan tidak ada yang boleh memfoto karena seremoni kita bernyanyi dan meneror lawan. Ada tulisan lantang “Manchester is Heaven “,
Disini  juga dikisahkan bahwa apabila anda fans MU telah melebihi sekian tahun menjadi  member maka ada kursi khusus ditulis nama anda yang tidak bisa diduduki oleh orang lain.
unnamed (8)
Di kamar ganti juga dijelaskan bagaimana MU menjamu lawan, dengan ukuran ruang ganti lebih kecil, kamar mandi bau, meja pijat yg tidak bisa buat ukuran “messi” sekalipun, Bahkan kamar dengan kondisi AC yang mati ketika lawan sedang kepanasan. Begitu cara cara  MU meneror sebelum pertandingan dibuat lawan tidak nyaman, dan listrik pun byar pet  dikamar ganti.
Sedangkan kamar ganti MU lebih luas, eklusif, tiap pemain bisa duduk memilih teman berpartner dilapangan agar pemain belakang bisa duduk dengan pemain depan dan sebagainya . Ini menunjukkan mereka membicarakan strategi. Ketika pertandingan kurang sehari mereka bicara strategi, dan saat pertandingan tdk lagi dibicarakan.
Banyak hal hal yang patut dipelajari di museum MU tersebut, mulai dari divisi 2, ke divisi 1 dan EPL jatuh bangunnya club dan pendukungnya
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Catatan perjalanan Aremania di OLd Traford, 9.0 out of 10 based on 2 ratings

You may also like...

Leave a Reply